Hal Unik Warga Kuansing Saat Bermedia Sosial

Sosial media Facebook (sumber : pixabay)

Kuansing • Membahas tentang hal-hal unik yang ada di kabupaten kuantan singingi (Kuansing) tentu sangat menarik bagi warga kabupaten kuantan Singingi itu sendiri.

Kuantan Singingi yang dulunya dikenal oleh masyarakat luar daerah sebagai negeri pencetak tenaga pengajar atau tenaga pendidik, tentu memiliki segudang prestasi, otomatis menjadikan kabupaten kuantan Singingi (Kuansing) ini menjadi tauladan bagi daerah-daerah lainnya.

Berkembangnya teknologi yang ada di dunia pada saat ini, tentu sudah menjadi sebuah keharusan bagi setiap warga negara indonesia untuk mengikuti perkembangan zaman dan teknologi, tak terkecuali masyarakat kabupaten kuantan Singingi (kuansing) yang tentunya juga siap untuk mengikuti perkembangan zaman dan teknologi di era internet saat ini.

Seperti halnya smartphone yang sudah menjadi kebutuhan masyarakat kita di era internet saat ini. Smartphone pada saat ini juga telah menjadi sarana untuk bermedia sosial dan berselancar di dunia maya.

Namun smartphone yang saat ini anda genggam tidak hanya berfungsi sebagai sarana komunikasi saja.

Saat ini smartphone tentunya memiliki multi fungsi, seperti halnya sarana informasi dan sarana hiburan, dan juga menjadi sarana untuk penunjang dalam profesi dan pekerjaan kita sehari hari.

Jika kita membahas hal unik dan menarik warga kuansing pada saat bermedia sosial, kita akan menemukan skala perbandingan, dan hanya sebagian yang bijak dalam bermedia sosial dan menyimpulkan sebuah informasi yang diterima.

Disegi menerima informasi dan berita.

Saat ini masih banyak masyarakat kuansing yang mudah menyimpulkan sebuah berita hanya dengan membaca Judul Berita, tanpa membaca isi berita tersebut secara utuh, sehingga banyak yang tidak memahami apa kesimpulan dan nilai positif yang bisa didapat dari informasi berita tersebut.

Kurangnya minat membaca di kalangan masyarakat kuansing tentu akan menjadi sasaran empuk bagi penyebar berita bohong (hoax).

Penyebar berita bohong (hoax) saat ini yang hanya bermodalkan judul dan thumbnail yang menarik, tentu berpeluang besar untuk membuat masyarakat terkelabuhi lewat media sosial, sehingga si pembuat berita hoax bisa mendapatkan keuntungan dari hal tersebut.

Judul berita yang menarik itu tentu dibuat dengan sengaja oleh sipembuat berita hoax, agar berita bohong yang lewat di beranda medsos kita bisa menghipnotis kita supaya segera mengklik tautan tersebut.

Ya bagi masyarakat yang bijak dalam mengkonsumsi sebuah informasi berita, tentu dia akan membaca isi dari berita tersebut hingga selesai dan memahami isi beritanya secara seksama.

Mengkomentari Judul Sebuah Berita.

Masih banyak di kalangan warganet yang ada di Kuantan Singingi (Kuansing) yang hanya mengomentari sebuah judul berita, bukan mengomentari isi dari berita tersebut.

Ya meskipun hal tersebut merupakan hak asasi pengguna ketika berselancar di media sosial, namun akan menjadi lucu jika sebuah judul berita dibahas tanpa membahas isi dari berita tersebut.

Masyarakat awam tentu tidak akan mengetahui apa itu judul SEO (Search Engine Optimisation) dan apa itu Judul Halaman Berita yang diterapkan di sebuah website berita.

Judul SEO tentu hanya menggunakan beberapa kata kunci untuk memudahkan pencarian di mesin pencari seperti google.

Jika kita hanya mengomentari dan membahas judul SEO yang tayang di medsos kita tanpa mengomentari dan membahas isi dari berita tersebut, hal tersebut tentu akan menjadi sebuah kebiasaan yang tidak memiliki nilai positifnya dalam bermedia sosial.

Seperti sebuah berita dengan judul SEO “Warga Pangean Tersandung Kasus Narkoba Di Kuansing” banyak sekali warga kuansing yang mengomentari judul SEO tersebut.

Coba kita cermati kalimat tersebut, tidak ada yang salah dari kalimat tersebut. Kalimat dari Judul tersebut tentu masih berkaitan dengan isi beritanya dan tidak melanggar kode etik.

Namun jika judul beritanya di ubah menjadi  “warga pangean tersandung kasus narkoba di pekanbaru” hal ini tentu tidak lagi sesuai dengan isi beritanya dan otomatis sudah melanggar ketentuan.

Masyarakat yang seharusnya membahas Isi beritanya dan mengambil sisi positifnya, eh malahan membahas judul SEO yang mereka pikir itu salah.

Masyarakat awam tentu tidak akan tahu bagaimana membuat judul berita yang SEO dengan menggunakan beberapa kata kunci agar tidak bertabrakan dengan website yang lain dengan isi berita yang sama.

Berkomentar dengan gaya bahasa daerahnya sendiri.

Hal unik selanjutnya adalah ketika masyarakat kuantan Singingi (Kuansing) memberikan komentar dengan gaya penulisan bahasa daerahnya sendiri.

Tidak sulit tentunya untuk menebak warga kuansing yang berkomentar di grup – grub kuansing di platform facebook, mereka berasal dari daerah mana dan kecamatan apa tentu sangat mudah untuk ditebak.

Kebanyakan warga kuansing umumnya ketika berkomentar dan membuat status di Facebook, kalimat dan kata katanya mempunyai ciri khas tersendiri dalam penulisan.

Orang teluk kuantan, Baserah, Pangean, lubuk jambi, Inuman, kari, sentajo dan daerah lainnya mempunyai karakter tersendiri pada saat membuat status dan berkomentar di media sosial.

Hal ini menandakan keberagaman bahasa dan budaya yang ada di kabupaten kuantan Singingi (Kuansing) yang tentunya tidak dapat kita temui di daerah-daerah lain di luar kabupaten kuantan Singingi.

Ayo! Masyarakat kuansing mari bijak dalam bermedia sosial dan bijak dalam mengelola informasi.

Facebook Notice for EU! You need to login to view and post FB Comments!
Advertisements
WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com