fbpx
INFORMASI
Informasi yang dimuat di media online investigasi86.com dapat berupa fakta, narasi dan opini, serta hasil dari kajian para jurnalis investigasi86.com, Tentunya informasi yang dimuat bisa berisikan fakta dan analisa terkait suatu peristiwa yang ditemukan di lapangan.
Tajam Mengabarkan Fakta
Indeks

Kemegahan Amerika Sekarang, Hasil “Perampokan” Resmi Freeport

Tambang Emas Freeport di papua

Investigasi86.com – para pembaca setia media investigasi86, sebenarnya ini artikel lama, namun disaat situasi dan kondisi bangsa saat ini, mungkin tulisan yang sepanjang tali beruk ini bisa menjadi pedoman dan pelajaran bagi kita bersama.

Pembaca setia investigasi86 sebagian  pasti sudah mengetahui bahwa Freeport merupakan tambang emas terbesar di dunia dan termurah tentunya dalam biaya operasionalnya. Sebagian kebesaran dan kemegahan Amerika saat ini adalah hasil “perampokan” resmi mereka atas gunung emas di Papua tersebut.

Tidak bisa dipungkiri lagi bahwa Freeport banyak berjasa kepada segelintir pejabat negeri ini, para jenderal dan juga para politisi busuk yang bisa menikmati hidup dengan bergelimang harta dengan memiskinkan bangsa ini. Mereka ini tidak lebih baik daripada seekor lintah.

Luangkan waktu anda sejenak untuk membaca artikel ini dan memahami materi kuliah tentang sejarah dunia dan Indonesia, dan pastinya materi ini gratis ya.

Pada akhir tahun 1996, ada sebuah tulisan bagus yang ditulis oleh “Lisa Pease” kemudian dimuat dalam majalah Probe. Tulisan ini juga disimpan dalam National Archive di Washington DC. Judul tulisan tersebut adalah “JFK, Indonesia, CIA and Freeport.

Walau dominasi Freeport atas gunung emas di Papua dimulai sejak tahun 1967, namun  kiprahnya di negeri ini sudah dimulai beberapa tahun sebelumnya. Dalam tulisannya, Lisa Pease mendapatkan temuan jika “Freeport Sulphur”, demikian nama perusahaan itu awalnya, nyaris bangkrut berkeping-keping ketika terjadi pergantian kekuasaan di Kuba tahun 1959. Saat itu Fidel Castro berhasil menghancurkan rezim diktator Batista. Oleh Castro, seluruh perusahaan asing di negeri itu dinasionalisasikan.

Freeport Sulphur yang baru saja hendak melakukan pengapalan nikel produksi perdananya terkena imbasnya. Ketegangan terjadi. Menurut Lisa Pease, berkali-kali CEO Freeport Sulphur merencanakan upaya pembunuhan terhadap Castro, namun berkali-kali pula menemui kegagalan.

Ditengah situasi yang penuh ketidakpastian, pada Agustus 1959, Forbes Wilson yang menjabat sebagai Direktur Freeport Sulphur melakukan pertemuan dengan Direktur pelaksana East Borneo Company, Jan van Gruisen. Dalam pertemuan itu Gruisen bercerita jika dirinya menemukan sebuah laporan penelitian atas Gunung Ersberg (Gunung Tembaga) di Irian Barat yang ditulis Jean Jaques Dozy di tahun 1936.

Uniknya, laporan itu sebenarnya sudah dianggap tidak berguna dan tersimpan selama bertahun-tahun begitu saja di perpustakaan Belanda. Van Gruisen tertarik dengan laporan penelitian yang sudah berdebu itu dan kemudian ia membacanya.

Dengan berapi-api, Van Gruisen bercerita kepada pemimpin Freeport Sulphur itu jika selain memaparkan tentang keindahan alamnya, Jean Jaques Dozy juga menulis tentang kekayaan alamnya yang begitu melimpah. Tidak seperti wilayah lainnya diseluruh dunia, maka kandungan biji tembaga yang ada disekujur tubuh Gunung Ersberg itu terhampar di atas permukaan tanah, jadi tidak tersembunyi di dalam tanah.

Mendengar hal itu, Wilson sangat antusias dan segera melakukan perjalanan ke Irian Barat untuk mengecek kebenaran cerita itu. Di dalam benaknya, jika kisah laporan ini benar, maka perusahaannya akan bisa bangkit kembali dan selamat dari kebangkrutan yang sudah di depan mata.