Gagal Itu Baik #1

Satu satunya p3nderitaan yang paling menghina diri anda adalah k3gagalan.

Benarkah d3mikian?Tapi apakah kita harus mati rasa karena bencana kegagalan tsb?

P3rlu dicatat,tidak ada satupun orang di dunia ini yang tidak pernah gagal.Entah,mungkin kalau kita adalah malaikat tuhan,barulah kita bersih dari penyakit kegagalan.Kegagalan memang menguras energi,bahkan beberapa diantara kita menjadi stres hingga tak jarang ada yang mengakhiri hidupnya dengan sangat tragis.

Saya tidak habis pikir mengapa sampai sedemikian manusia begitu membenci “binatang” yang namanya KEGAGALAN.

Memikirkan judul apa yang paling pas hanya membutuhkan waktu beberapa menit sambil menikmati secangkir kopi di pagi hari. Hambatan pasti ada,dan untuk menulis artikel ini membutuhkan waktu yang panjang,usaha yang konsisten dan niat yang tulus. Beruntung Allah telah memberikan izin untuk membuat artikel ini.

Sebagai hadiah utama dari setiap kegagalan yang kita rasakan,tulisan ini saya dedikasikan bagi anda dan para generasi muda bangsa indonesia. G3nerasi muda saat ini adalah m3reka yang paling bingung menentukan arah hidup. Akan kemanakah mereka? 60% dari mereka hanya mengikuti arus hidup yang telah diciptakan lingkungan.

Saya persembahkan tulisan ini bagi anda yang pernah merasakan kegagalan. Dan maaf bukan untuk anda yang tidak pernah gagal,yang hanya merasakan hidup ini mengalir tanpa resiko. Saya dedikasikan sedalam dalamnya buat anda.

Dalam Hal Apa Kita Pernah Gagal?

Pada dasarnya manusia adalah hal pribadi yang sangat kreatif yang selalu ingin tahu akan hal hal baru. Manusia selalu ingin tampil menonjol didepan orang lain,merasa tertantang mencoba petualangan yang bagi orang lain mustahil,dan mereka berpikir tantangan baru tersebut harus dituntaskan. Manusia berlomba lomba ingin m3njadi yang n0mor satu ,ingin m3ndapatkan yang terbaik,ingin dipuji,dan ingin dih4rgai.

Fenomena seperti ini sudah tidak tabuh lagi pada diri manusia,karena manusia memiliki ego secara naluriah. Tetapi pada suatu titik manusia menjadi penakut,tidak sekreatif sebelumnya,dan c3nderung menunggu perintah. Hal ini tidak lain karena manusia dewasa tumbuh m3njadi orang yang takut pada k3gagalan.

Penelitian pernah dilakukan oleh George Land bahwa seorang anak kecil memiliki tingkat kreatifitas yang jauh lebih tinggi dibanding orang dewasa. Banyak hal yang bisa kita ambil contoh,ketika seorang anak memegang binatang orang tua melarangnya,begitu juga ketika seorang anak memanjat sebatang pohon.

Anak kecil berani karena mereka belum tahu apa itu bahaya,bagi mereka tidak ada kamus kegagalan. Bandingkan ketika seorang anak kecil yang sedang belajar berjalan,mereka jatuh berkali kali tetapi berani bangkit dan memulai lagi,walaupun mereka berdarah darah mereka tidak mundur,mereka mencoba lagi sampai pada akhirnya mereka bisa.

Semua manusia melalui proses dan pembelajaran yang sama,anda dan saya sama sama belajar berjalan dan naik sepeda,dan kita semua bisa melewati proses itu. JIka anak kecil tidak peduli dengan pada proses kegagalan,bagaimana dengan kita?

‘saya tidak p3rnah gagal,

s4ya hanya butuh proses p3nemuan sebanyak 1000 kali’

-THOMAS EDISON-

Advertisements
WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com