More results...

Generic selectors
Cari yang sama persis
Cari berdasarkan judul
Cari berdasarkan konten
Post Type Selectors
Filter by Categories
Bangka Belitung
Berita Indragiri Hilir
Berita Kriminal
Berita Kuansing
Catatan Muslim
Daerah
Edukasi
Hiburan
Internasional
Investigasi
Jakarta
Kabupaten Gunung Kidul
Kabupaten Indragiri Hilir
Kabupaten Indragiri Hulu
Kabupaten Kampar
Kabupaten Karimun
Kabupaten Kepahiang
Kabupaten Kuantan Singingi
Kabupaten Lahat
Kabupaten Lahat Online
Kabupaten Pelalawan
Kabupaten Rokan hilir
Kabupaten Siak
Kesehatan
Kota Batam
Kota Dumai
Lampung Barat
Maluku
Maluku Utara
Narasi dan Opini
Nusa Tenggara Barat (NTB)
Nusa Tenggara Timur (NTT)
Papua
Provinsi Aceh
Provinsi BALI
Provinsi Banten
Provinsi Bengkulu
Provinsi DIY
Provinsi Jambi
Provinsi Jawa Barat
Provinsi Jawa Tengah
Provinsi Jawa Timur
Provinsi Kalimantan Selatan
Provinsi Kalimantan Tengah
Provinsi Kepri
Provinsi Lampung
Provinsi Riau
Provinsi Sulawesi Barat
Provinsi Sulawesi Selatan
Provinsi Sulawesi Tengah
Provinsi Sulawesi Tenggara
Provinsi Sulawesi Utara
Provinsi Sumatera barat
Provinsi Sumatera Selatan
Provinsi Sumatra Utara
Sejarah
Video
Yogyakarta

Ancaman Geotermal Terhadap Sendi Kehidupan Masyarakat Padarincang

Ancaman Geotermal Terhadap Sendi Kehidupan Masyarakat Padarincang

SERANG • Adanya Geotermal, Syarikat Perlawan Rakyat (SAPAR) di Padarincang mejaga kelestarian sendi alam kehidupan yang ada di Badarincang.dari beberapa elemen masyarakat mengadakan aksi.

Jum’at 14 Oktober 2022 di depan jalan masuk Project Geotermal, dinilai dari elemen masyarakat Badarincang besar mudhorotnya untuk keseimbangan alam dan kehidupan masyarakat Badarincang dampak bisa meluas sampai luar wilayah Kabupaten Serang.

Kabupaten Serang, Bicara potensi Indonesia memiliki sumber yang sangat besar khusus potensi geotermal, terutama di pulau Jawa. Dengan potensi tersebut penggunaan teknologi geotermal sebagai pembangkit listrik kini sudah bisa menghasilkan 11 ribu megawatt dan itupun belum mencapai 5% dari total potensi 28 ribu megawatt yang ada. Dalam RUPTL (Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik) program 35 ribu MW dan 7.000 MW direncanakan harus selesai ditahun 2023.

Pembangkit  listrik 35 ribu MW terdiri dari 16.200 atau 46 persen PLTU/MT, 9.207 atau 26 persen PLTG/GU/MG, 4.355 atau 12 persen PLTA/M/PS, 2.335 atau 7 persen PLTSP, dan 1.453 atau 4 persen PLTP, 1.293 atau 4 persen EBT lain, atau 467 atau 1 persen PLTD. Dengan banyaknya potensi ternyata Pemerintah terus membangun Sumber baru ketenaga listrikan, salah satunya “Geotermal” yang ada di Padarincang Kabupaten Serang Provinsi Banten.

Ancaman Geotermal Terhadap Sendi Kehidupan Masyarakat Padarincang

Narasi ramah dan bersih ini menjadi sumber masalah baru yang ternyata bisa juga berdampak pada kehidupan masyarakat, diantaranya :

  • Hydrogen sulfida (H2S)
  1. Bisa mengiritasi mata, hidung, tenggorokan dan sistem pernapasan (seperti mata perih dan terbakar, batuk, dan sesak napas).

  2. Orang penderita asma bisa menjadi tambah berat penyakitnya.

  3. Efek ini bisa tidak secara langsung dan baru terasa beberapa jam atau hari kemudian.

  4. Pemaparan berulang maupun jangka panjang dapat menimbulkan gejala: mata merah, sakit kepala, fatigue, mudah marah, susah tidur, gangguan pencernaan, dan penurunan berat badan.

  • Gempa Minor

Dampak yang ditimbulkan dari hasil Fracking (teknik stimulasi sumur yang mana lapisan batuan di bawah diretakkan dengan fluida cair bertekanan tinggi), yang dapat menyebabkan gempa bumi minor, pencemaran air, thermal pollution, dan juga amblesan di sejumlah titik.

  • Amblesan Tanah

Air yang ditarik secara terus-menerus untuk keperluan geothermal itu bisa menyebabkan kepadatan tanah berkurang. Di sisi lain, thermal pollution karena panas yang diekstrak keluar dapat menyebabkan sekeliling lokasi PLTP menjadi kering, bahkan untuk proses pendinginan pipa yang sudah digunakan juga berdampak luas kepada masyarakat.

Ketika struktur tanah menjadi tidak stabil dan mengalami kekeringan, maka potensi terjadinya bencana longsor pada musim hujan semakin besar.

  • Menurunnya Debit dan Kualitas Air

Metode fracking dalam ekstraksi panas bumi sangat berbahaya, mengingat potensi panas yang berada di perut bumi dipaksa keluar dengan menyemburkan air dan zat kimia untuk membocori tanah. Pencemaran kemudian terjadi akibat larutan hidrotermal mengandung kontaminan seperti Arsenik, Antimon, dan Boron.

  • Berubahnya Tata Guna Lahan

Lokasi eksplorasi dan eksploitasi wilayah kerja panas bumi di Indonesia bukan ruang kosong. Di banyak wilayah, tempat dimana panas bumi diekstraksi, terdapat pemukiman penduduk, sumber-sumber air, kawasan hutan, tanah-tanah ulayat yang, semuanya vital bagi kehidupan rakyat.

Alih-fungsi lahan untuk ekstraksi panas bumi menyebabkan banyak warga kehilangan ruang produksi, berikut rentan terpapar berbagai penyakit akibat tercemar limbah-limbah yang dihasilkan dari ekstraksi panas bumi.

  • Terganggunya Ekosistem

Hampir seluruh wilayah kerja panas bumi di Indonesia masuk di kawasan hutan. Ekstraksi panas bumi di kawasan hutan itu berisiko besar terjadinya kerusakan dan atau pencemaran ekosistem hutan.

Instalasi drilling rig dan seluruh peralatan memerlukan pembangunan jalan akses dan drilling pad. Operasi ini akan mengubah morfologi permukaan (platform) dan dapat merusak struktur vegetasi dan mempengaruhi habitat satwa liar.

Instalasi pipa pengangkutan panas bumi dan pembangunan power plant juga membutuhkan pembukaan lahan yang akan mempengaruhi struktur vegetasi dan habitat satwa liar, serta morfologi permukaan.

  • Mengakibatkan Hujan Asam

Hujan asam mempunyai pengertian sebagai segala bentuk hujan yang memiliki tingkat keasaman atau pH dibawah normal, yakni dibawah 5,6. Penyebab hujan asam terjadi saat Sulfur Dioksida (SO2) dan nitrogen monoksida dan nitrogen dioksida (NOx) menyebar di atmosfer usai diangkut oleh angin atau arus udara.

Bicara Alam bicara juga tentang kehidupan, ketergantungan manusia terhadap Alam masih sangat penting. Jika terjadi kerusakan terhadap Alam, maka kebutuhan manusia pun akan terganggu dan makin lama akan makin hilang jika tidak dirawat dengan baik.

Kepentingan Investasi hari ini sangat akan merusak Alam, dimana kebutuhan masyarakat masih sangat tergantung terhadapnya. Disaat Masyarakat melindungi dan menjaga Lingkungan serta Alam, makan ini adalah Investasi Sosial, Masa depan dan Peradaban yang harus terus dijaga kehidupannya. Dan ini juga menjadi salah satu ungkapan cinta masyarakat padarincang terhadap kelestarian alam agar tidak dijarah oleh “OLIGARKI”.

Dan keberadaan industri ekstraksi di padarincang ini tidak sepadan dengan berkah yg diberikan alam kepada masyarakat padarincang yang sudah turun temurun dan menjadi sumber ekonomi abadi rakyat yakni sektor pertanian, perkebunan, hortikultura serta perikanan rakyat, dimana semua sektor tersebut sangat bergantung kepada ketersediaan lahan, air, tanah dan iklim yang mendukungnya, dan memberikan nilai ekonomi luar biasa besarnya untuk kehidupan masyarakat dari dahulu sampai saat ini. Dibandingkan dengan besarnya yang katanya kintribusi dari adanya ekstraksi geothermal ini, dan berpotensi mengancam semuanya.

Keteguhan Prinsip dari Syarekat Perlawan Rakyat (SAPAR) didalam, nya elemen-elemen Tokoh Masyarakat Badarincang Banten menjaga Keutuhan Hutan lindung dari kelestarian, nya sampai anak cucu kelak.

Syarekat Perlawan Rakyat (SAPAR)

Klik tombol tindakan dibawah sesuai pilihanmu untuk membagikan informasi ini!
INVESTIGASI 86 di Google News