Selama 7 Tahun Menjadi Pengurus, Dana Kas Masjid Tidak Pernah di Publikasikan

Cilegon • Diduga ada penyalahgunaan dana khas masjid oleh pengurus masjId Abu Bakar Ash-Shiddiq yang berada di pasar Baru Cilegon.

Dana khas masjid yang bersumber dari infak dan sumbangan para warga tidak pernah di buka dan dibacakan rinciannya oleh pengurus masjId yang bernama Sayuti.

Seharusnya dalam sekali seminggu, pengurus masjid membacakan terkait rincian uang masuk, uang keluar dan duit kas yang tersisa. Agar tidak menimbulkan prasangka buruk/suudzon di kalangan masyarakat.

Namun di masjid Abu Bakar Ash-Shiddiq pasar Baru Cilegon, pengurus masjid yang bernama Sayuti tidak pernah menyebutkan rincian-rincian terkait pemasukan dan pengeluaran dana masjid tersebut, dan hal tersebut telah berlangsung selama 7 tahun semenjak Sayuti menjadi pengurus masjid tersebut.

Atas desakan warga dan ketidak transparan nya Sayuti terkait dana kas masjid yang dikuasainya, masyarakat beserta RT RW setempat melakukan musyawarah untuk menunjuk pengurus masjid yang baru.

Hingga dalam hasil musyawarah yang dihadiri oleh Bpk Lurah Sukma Jaya yang baru serta dihadiri juga oleh perwakilan Disperindag Kota Cilegon Bpk Bayu, Bapak Suud dipilih sebagai pengurus masjid Abu Bakar Ash-Shiddiq pasar Baru Cilegon yang baru.

Dengan terbentuknya ketua DKM yang baru, pak Suud kemudian melayangkan surat kepada pak Sayuti agar bisa hadir kemasjid Abu Bakar Ash-Shiddiq pasar Baru Cilegon untuk mempertanyakan dana kas masjid yang selama ini dikelolanya secara tidak transparan.

Salah seorang warga menyebutkan kepada awak media bahwa bapak Sayuti tidak transparan terkait dana kas masjid yang di kelolanya.

Tidak pernah saya melihat dan mendengar bapak Sayuti mengumumkan dana kas masjid yang didapat. Begitu isi kotak amalnya dibuka langsung dimasukkan kantong plastik dan langsung dibawanya” cetus salah seorang warga.

Dan warga juga menyebutkan bahwa Bank BRI Cilegon juga pernah memberikan bantuan senilai 300 juta rupiah untuk perehaban masjid tersebut, namun tidak pernah disebutkan rincian pengeluarannya.

Sebelumnya pihak kepengurusan DKM yang baru sudah memanggil bapak sayuti beberapa kali secara tersurat juga tidak mau datang.

Dan bapak Suud juga telah menemuinya langsung kerumah Sayuti untuk menanyakan terkait dana kas masjid yang ia kelola, namun jawaban dari Sayuti tidak enak didengar.

“Nantilah kita bicarakan dana kas masjid itu, nanti saya jelaskan” ucap Sayuti kepada pengurus masjid yang baru.

Keterangan dari ketua DKM baru, bapak Suud disaat sudah mejabat, beliau menyebutkan bahwa hasil uang kas kotak amal pada hari jumat selama 3 Minggu mencapai lebih kurang 7 juta rupiah.

Selama 3 kali Jumat saya menjadi pengurus masjid ini, Alhamdulillah telah terkumpul dana infak lebih kurang 7 juta rupiah” ucap bapak Suud.

Itu baru 3 kali Jumat, bagaimana jika 7 tahun, berapa kali Jumat itu, udah berapa dananya itu” tanya salah seorang warga yang kepoin dana kas masjid yang tidak pernah dipublikasikan itu.

Atas ketidak transparan nya Sayuti dan tidak mau menunjukkan rincian dan jumlah kas masjid yang tersisa, warga setempat dan Ketua DKM Masjid Abu Bakar Ash-Shiddiq meminta petanggung jawaban kepada Bpk Sayuti.

Karena warga merasa kecewa dan merasa Sayuti tidak amanah dalam mengelola dana kas masjid tersebut.(Deni)

Advertisements
WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com