More results...

Generic selectors
Cari yang sama persis
Cari berdasarkan judul
Cari berdasarkan konten
Post Type Selectors
Filter by Categories
Bangka Belitung
Berita Indragiri Hilir
Berita Kriminal
Berita Kuansing
Catatan Muslim
Daerah
Edukasi
Hiburan
Internasional
Investigasi
Jakarta
Kabupaten Gunung Kidul
Kabupaten Indragiri Hilir
Kabupaten Indragiri Hulu
Kabupaten Kampar
Kabupaten Karimun
Kabupaten Kepahiang
Kabupaten Kuantan Singingi
Kabupaten Lahat
Kabupaten Lahat Online
Kabupaten Pelalawan
Kabupaten Rokan hilir
Kabupaten Siak
Kesehatan
Kota Batam
Kota Dumai
Lampung Barat
Maluku
Maluku Utara
Narasi dan Opini
Nusa Tenggara Barat (NTB)
Nusa Tenggara Timur (NTT)
Papua
Provinsi Aceh
Provinsi BALI
Provinsi Banten
Provinsi Bengkulu
Provinsi DIY
Provinsi Jambi
Provinsi Jawa Barat
Provinsi Jawa Tengah
Provinsi Jawa Timur
Provinsi Kalimantan Selatan
Provinsi Kalimantan Tengah
Provinsi Kepri
Provinsi Lampung
Provinsi Riau
Provinsi Sulawesi Barat
Provinsi Sulawesi Selatan
Provinsi Sulawesi Tengah
Provinsi Sulawesi Tenggara
Provinsi Sulawesi Utara
Provinsi Sumatera barat
Provinsi Sumatera Selatan
Provinsi Sumatra Utara
Sejarah
Video
Yogyakarta

Masyarakat Setempat Memohon Kepada Presiden RI Terkait Pencemaran Lingkungan Yang Telah Berlangsung Selama 9 Tahun

Kalsel • Selama 9 tahun Masyarakat Desa Sumber jaya kecamatan Kintap, kabupaten tanah laut, provinsi kalimantan selatan terkena dampak debu batubara dari konveyor prusahaan PT Arutmin yang berdekatan langsung dengan perkebunan Masyarakat.

Tak hanya itu, sumber air bersih yang berasal dari sungai kecil di samping perkebunan masyarakat yang selama ini diandalkan oleh pihak masyarakat, malah dialihkan sungai itu oleh pihak prusahaan yang akhirnya perkebunan masyarakat jadi kerdil dan banyak yang mati di akibatkan kekeringan dan unsur kimia dari debu batubara.

Pengakuan Masyarakat desa sumber jaya, kecamatan Kintap, kabupaten tanah laut, provinsi kalimantan selatan, disaat diminta keterangannya bahwa Masyarakat sudah berkali-kali melaporkan ke pihak perusahaan dan pihak pemerintah, tetapi malah pihak perusahaan tidak merespon dan menanggapi prihal yang di sampaikan oleh masyarakat.

Pihak pemerintah setempat tidak bisa berkutik sama sekali, padahal masyarakat sudah melaporkan kepemerintah setempat atas dampak yang dialami masyarakat sejak tahun 2013 silam sampai saat ini.

Untuk itu masyarakat Desa Sumber jaya, kecamatan Kintap, kabupaten tanah laut, provinsi kalimantan selatan sangat memohon kepada Bapak Gubernur H. Sabirin Noor, Bapak Ir. H. Joko Widodo sebagai Presiden Republik Indonesia, Bapak Menkopolhukam Prof. Dr. Mohammad Mahfud MD, SH.S.U.MIP, Bapak Kapolri Drs. Listyo Sigit Prabowo Msi, Bapak Komjen Pol. Firli Bahuri Msi selaku Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi.

Permohonan masyarakat tersebut agar dapat menelusuri dan mengusut tuntas permasalahan dampak lingkungan ini yang dialami masyarakat desa sumber jaya, kecamatan Kintap, kabupaten tanah laut, provinsi kalimantan selatan sejak tahun 2013 silam sampai saat ini.

Karena dengan adanya pembiaran pencemaran Lingkungan ini yang bersumber dari Konveyor tersebut patut di duga ada kongkalikong, karena tidak adanya tindakan dan solusi yang di berikan oleh Pemerintah dan perusahaan kepada para petani yang terdampak.

Selama adanya Konveyor prusahaan PT Arutmin di desa sumber jaya, kecamatan Kintap, kabupaten tanah laut, provinsi kalimantan selatan yang berdekatan langsung dengan rumah warga dengan radius atau jarak kurang lebih 300 sampai 400 meter.

Mulai dari tahun 2013 silam sampai saat ini pihak perusahaan tidak ada perhatian sedikit pun atau sosialisasi terhadap masyarakat tentang penanganan dalam bentuk kesehatan atau pun bantuan tali asih yang di berikan kepada masyarakat.

Dampak dari Disposal tersebut mengakibatkan terjadinya erosi dan lumpur masuk ketanaman getah karet perkebunan masyarakat sehingga mengakibatkan banyak kerdil dan mati kekeringan.

Gegara itulah masyarakat merasa sangat di rugikan karena menurunnya penghasilan, yang sebelumnya penghasilan perbulannya 4 sampai 5 kuintal / Bulan, dan sekarang ini masyarakat cuma menghasilkan 2 sampai 1 kuintal perbulan, bahkan ada yang menghasilkan cuma 50 sampai 60 kilo saja.(MISDAR)

Klik tombol tindakan dibawah sesuai pilihanmu untuk membagikan informasi ini!
INVESTIGASI 86 di Google News