More results...

Generic selectors
Cari yang sama persis
Cari berdasarkan judul
Cari berdasarkan konten
Post Type Selectors
Filter by Categories
Bangka Belitung
Berita Indragiri Hilir
Berita Kriminal
Berita Kuansing
Catatan Muslim
Daerah
Edukasi
Hiburan
Internasional
Investigasi
Jakarta
Kabupaten Gunung Kidul
Kabupaten Indragiri Hilir
Kabupaten Indragiri Hulu
Kabupaten Kampar
Kabupaten Karimun
Kabupaten Kepahiang
Kabupaten Kuantan Singingi
Kabupaten Lahat
Kabupaten Lahat Online
Kabupaten Pelalawan
Kabupaten Rokan hilir
Kabupaten Siak
Kesehatan
Kota Batam
Kota Dumai
Lampung Barat
Maluku
Maluku Utara
Narasi dan Opini
Nusa Tenggara Barat (NTB)
Nusa Tenggara Timur (NTT)
Papua
Provinsi Aceh
Provinsi BALI
Provinsi Banten
Provinsi Bengkulu
Provinsi DIY
Provinsi Jambi
Provinsi Jawa Barat
Provinsi Jawa Tengah
Provinsi Jawa Timur
Provinsi Kalimantan Selatan
Provinsi Kalimantan Tengah
Provinsi Kepri
Provinsi Lampung
Provinsi Riau
Provinsi Sulawesi Barat
Provinsi Sulawesi Selatan
Provinsi Sulawesi Tengah
Provinsi Sulawesi Tenggara
Provinsi Sulawesi Utara
Provinsi Sumatera barat
Provinsi Sumatera Selatan
Provinsi Sumatra Utara
Sejarah
Video
Yogyakarta

Perusahaan Sawit Di INHU Gunakan Sejumlah Oknum TNI Untuk Menghadang Rakyat Yang Minta Haknya

Sejumlah oknum TNI bersenjata dan berseragam lengkap yang di jadikan alat oleh perusahaan sawit untuk menghadang masyarakat yang menuntut haknya.

INHU • Perseteruan Masyarakat Petani anggota dari Koperasi Pertanian Perintis Desa Payarumbai Kec. Seberida Lawan Oknum TNI yang mengaku diperintah oleh Dandim 0203 Kab. Indragiri Hulu dan perusahaan PT. Tugu Palma Sumatera untuk menguasai lahan yang sudah dikuasi oleh masyarakat.

Gaya Koboi Oknum TNI atas nama Pri Ayong yang pada Tanggal 29 Oktober 2022 mengaku penerima kuasa dari perusahaan. Dengan membawa beberapa orang preman untuk melakukan pemanenan. Oknum yg berprofesi sebagai anggota TNI tersebut mengaku telah membeli lahan yang berada di areal PT. Tugu Palma Sumatera seluas 80 Hektar dari Delfa Edison, Namun aksi pemanenan yg akan dilaksanakan oleh Pri Ayong dkk tidak terjadi Karena masyrakat Desa Payarumbai menghadang dan tidak memperbolehkan masuk.a

Perdebatan sengit atara Oknum TNI dan masyrakat terhenti karena oknum atas nama Ayong dan Condra mengaku dari pihak perusahaan dan akan melakukan mediasi dengan masyrakat, dari pertemuan itu masyarakat meminta agar pihak perusahaan bertemu secara langsung. Namun hingga saat ini perusahaan yang dijanjikan oleh Ayong dan Condra tidak kunjung memenuhi janjinya.

Minggu, 15 Januari oknum TNI yg bernama Ayong membawa kurang lebih 15 orang gabungan dari TNI dan preman untuk memasang portal dan menutup akses aktivitas masyrakat dengan mengatas namakan perusahaan.

Oknum TNI yang dibawa Ayong berseragam lengkap dengan membawa Senpi. Pri Ayong menyatakan, bahwa dia hanya menjalankan tugas dan perintah dari Dandim, jika disuruh maju kami maju, jika diperintah mundur oleh Dandim kami mundur. Dan sejak minggu hingga senin 16 Januari masyrakat desa Payarumbai sudah menginap di lahan tersebut dengan menggunakan tenda-tenda sederhana.

Perseteruan antara masyarakat dan oknum TNI yang komandoi Ayong tersebut hingga saat ini masih terus berlangsung dan membuat resah di Desa Payarumbai. Anggota TNI yang seharusnya pelindung dan pengayom masyarakat, tetapi telah dirusak oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.

Apalagi dengan arogansinya oknum Ayong mengintimidasi dan membuat rasa takut masyarakat.

Masyarakat merasa memiliki hak atas lahan Perusahaan PT Tugu Palma Sumatera yang ingkar janji dengan pola kerja sama dengan masyrakat sejak tahun 2011. Akibat Wanprestasinya PT. Tugu Palma Sumatera membulatkan tekat masyarakat mengambil alih lahan dengan melakukan perawatan dan pemanen dengan menajemen sendiri.

Sampai saat ini masyarakat menunggu pihak perusahaan untuk bisa berunding dan mengambil solusi terbaik, bukan dengan cara-cara mengintimidasi seperti ini.

Kami kelompok masyarakat Payarumbai sudah jenuh dengan tindakan arogan dari oknum-oknum TNI yang mengatas namakan perusahaan dan atas perintah Dandim.

Kejenuhan dan rasa kecewa itulah membuat kami masyarakat menyatakan perlawanan dengan pihak-pihak yang menzolimin dan merebut hak kami.

Jadi jelas sikap masyarakat turun ke lahan yang didampingi oleh Asmar, S.H. sebagai kuasa hukum dari masyarakat anggota Koperasi Pertanian Perintis Payarumbai Kec. Seberida juga sebagai Aktivis POSPERA (Posko Perjuangan Rakyat) Kab. Indragiri Hulu untuk mempertahankan hak masyarakat.

Asmar mengatakan apa yang terjadi saat jangan menciptakan Kekisruhan, seharusnya perusahaan duduklah dengan baik bersama masyarakat dalam menyelesaikan persoalan ini.

Kami sudah menunggu sekian lama agar ada itikat baik perusahaan untuk langsung bicara dengan kami, bukan malah mengirim oknum TNI untuk menakut-nakutin. Kebulatan tekat masyarakat untuk mengambil haknya sudah final. Saya akan terus berjuang bersama rakyat sampai persoalan ini selesai.

Narasumber hubungi:

Asmar ( 0812-7674-3942)

Klik tombol tindakan dibawah sesuai pilihanmu untuk membagikan informasi ini!
INVESTIGASI 86 di Google News