Korban DNA Pro Robot Trading Bertambah

Jakarta • Direktur Utama PT DNA Pro Akademik Daniel Abe mengungkapkan alasannya menggunakan skema Ponzi pada aplikasi robot trading perusahaannya tersebut.

Menurut Daniel, skema tersebut itu di terap kan karena sistem robot trading yang mereka buat sejak awal belum siap untuk di luncurkan, dikarena kan ketidak siapan sistem kami, makanya terjadi skema Ponzi saat konferensi pers di Mabes polri Jumat (27/5/2022).

Sebelum nya polisi telah menetap kan dua belas orang sebagai tersangka dalam kasus penipuan tersebut, dan dari jumlah dua belas orang tersebut sembilan di antara nya telah di tangkap yaitu Daniel Abe, Rudy Kusuma, Roby Setiadi, Russel, Yoshua, TrySutrisno, Franky, Jerry Gunandar dan Stefanus Richard.

Sementara dua tersangka lain nya Daniel Zii dan Ferawaty alias Fei masih status buronan, mereka di duga melari kan diri ke luar Negeri dan polisi pun telah meminta Interpol untuk mengeluar kan perintah pencarian dan penangkapan terhadap kedua tersangka dan Akhir nya kedua tersangka Daniel Abe dan Ferawaty di tangkap di bandara Soekarno Hatta saat kembali dari luar Negeri .

Kasus DNA Pro ini sempat menyeret nama sejumlah selebritas tanah air seperti Ivan Gunawan ,Rossa , Billy Saputra, dan DJ Una yang mengaku menjadi korban investasi bodong tersebut.

Daniel Abe adalah sebagai Direktur Utama DNA Pro merupakan salah satu dari dua belas orang yang telah di tetapkan sebagai tersangka dalam kasus DNA Pro.

Sebenarnya di awalnya memiliki tujuan yang baik yaitu membantu orang-orang dalam berinvestasi namun seiring bertambah pesatnya mimber tersebut dan akhirnya situasi yang semakin berkembang, hingga ketidak siapan sistem justru membuat skema Piramida keuntungan bagi mimber tersebut malah terjadi dan dia tidak menjelaskan lebih detail mengapa mereka memutuskan Ponzi dalam robot trading tersebut.

Daniel Abe mengaku menyesali perbuatannya dan meminta maaf kepada rekan-rekan keluarga nya dan terutama kepada para korban tersebut ungkap nya.

Kepala Biro penerangan Masyarakat Divisi Humas polri Brigadir jenderal polisi Ahmad Ramadhan menyampaikan keuntungan dari robot trading tersebut yang di buat DNA Pro Akademi adalah manipulatif dan keuntungan tersebut adalah sebuah penipuan semata.

Ahmad menegaskan bahwa skema Ponzi robot trading tersebut merupakan hal yang ilegal dan yang sudah di atur dalam undang undang perdagangan dan semua itu adalah bohong dan tidak benar ungkapnya.

Kepala Biro penerangan Masyarakat Divisi Humas polri Brigadir jenderal polisi Ahmad Ramadhan menyampaikan bahwa DNA Pro Akademi tidak terdaftar di badan pengawas perdagangan berjangka komoditi (BAPPEBTI) kepada kementrian perdagangan maka dari itu lah alasan yang juga mendasari kepolisian untuk menindaklanjuti laporan dari para korban tersebut dan kami sudah cek ternyata DNA Pro tersebut tidak pernah terdaftar di departemen perdagangan ujarnya.

Ahmad Ramadhan menyampaikan sebagai informasi skema Ponzi merupakan penipuan berkedok investasi dan investor lama akan di bayar melalui dana dana yang di himpun dari investor baru yang di ajak dan cara itu lah yang menjanjikan hasil investasi dengan pengembalian yang tinggi dengan sedikit atau bahkan tanpa risiko.

Ketika penyelenggaraan investasi sulit untuk merekrut investor-investor baru makanya skema ini akan merubah sebelumnya ungkapnya

Dan polisi juga menyampaikan jumlah kerugian kurang dan lebih sudah tiga ribu enam ratus dua puluh satu korban dengan total kerugiannya 551.725.457. 000 DNA Pro tersebut tutupnya.(Sulaiman)

Advertisements
WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com