Papua  

Keamanan di Kobakma Tak Kondusif, ASN dan Warga Nusantara Memilih Mengungsi ke Wamena

Jayapura, INVESTIGASI86.com • Keamanan di Kobakma Tak Kondusif, ASN dan Warga Nusantara Memilih Mengungsi ke Wamena. Ratusan warga nusantara yang bekerja dan tinggal di Kabupaten Mamberamo Tengah sejak hari Sabtu hingga Minggu (10/7/2022) memilih mengungsi ke kota Wamena, Jayawijaya.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Musthofa Kamal mengatakan aksi demo tersebut digelar dihalaman Mapolres Mamberamo Tengah. Massa menuntut jawaban penyampaian atas keputusan KPK-RI mengenai penetapan Ricky Ham Pagawak sebagai tersangka atas kasus suap dan gratifikasi.

Penyampaian aspirasi dilakukan secara bergantian untuk menolak keputusan KPK RI atas penetapan RHP sebagai tersangka dalam kasus suap dan gratifikasi,” ungkap Kombes Kamal, di Mapolda, Minggu (10/07/2022).

Diungkapkan Kombes Kamal, pasca-aksi demo tersebut mengakibatkan aktifitas di Ibukota Mamberamo Tengah lumpuh total.

Sampai saat ini situasi di Kabupaten Mamberamo tengah aman dan kondusif, namun aktifitas di pasar dan pertokoan serta semua perkantoran sementara dalam keadaan tutup,” ungkap kamal,(10/7/2022).

Kabid humas Polda Papua menambahkan bahwa “saat ini personil gabungan TNI-Polri terus meningkatkan patroli di wilayah Kota Kobakma.Personil gabungan tetap terus meningkatkan patroli dan menghimbau kepada masyarakat untuk tetap bersama-sama menjaga situasi Kamtibmas di Kabupaten Mamberamo tengah agar tetap aman dan kondusif serta tetap memberikan pelayanan kepada masyarakat,” harap Kabid Humas.

Sampai saat ini Informasi yang dihimpun Awak MEDIA INVESTIGASI86.COM , warga Nusantara masih tetap memilih mengungsi karena takut dengan ancaman yang disuarakan oleh massa peduli RHP saat berdemo.

Salah satu warga pengungsi yang juga adalah pegawai Dinas Kesehatan Kabupaten Mamberamo Tengah, mengaku sangat ketakutan dengan ancaman pendemo peduli RHP, sehingga memilih mengungsi ke Kota Wamena, ibu kota Jayawijaya.

Kalau di Kabupaten Mamberamo Tengah kita di Rumah Sakit, Puskesmas dan Dinas Kesehatan tenaga Kesehatan kita hampir 65 persen bukan orang asli, ada dari luar Papua dan juga Pesisir. Dengan melihat situasi Kobakma hari ini, kelihatannya tidak aman. Saya sebagai Kepala Dinas dan juga Pak Direktur Rumah Sakit Lukas Enembe, kami harus menyelamatkan teman – teman kami, baik itu petugas, dokter perawat dan Bidan yang bertugas disini,” ungkap Helda.

Helda mengaku memilih untuk mengungsi karena trauma dengan beberapa kejadian di daerah pegunungan papua, dimana para Nakes terkadang menjadi korban dari kericuhan yang terjadi.

dia akhir penyampaiannya , Helda mengajak kita untuk Belajar dari pengalaman yang pernah terjadi di Kabupaten Yalimo, Pegunungan Bintang. Kami hanya mengantisipasi saja, jangan sampai petugas Kesehatan nyawanya terancam dalam pelayanan di Kabupaten Mamteng. Sehingga kami lebih memilih untuk keluar menyelamatkan para tenaga medis,” tutup Helda.(Markus)

Advertisements
WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com