Tajam Mengabarkan Fakta

9 Jam Polisi Menunggu Di Depan Rumahnya, Akhirnya Polisi Gagal Jemput Paksa Nikita

Banten – Artis kontroversial Nikita Mirzani batal dijemput paksa oleh pihak aparat Polda Banten. Penjemputan itu buntut pemanggilan resmi polda Banten yang tak digubris Nikita.

Diberitakan sebelumnya, Kabid Humas Polda Banten, Kombes Shinto Silitonga mengatakan upaya penjemputan Nikita Mirzani untuk menindak lanjutkan laporan polisi yang sudah di tingkatkan statusnya ke penyidik.

Dia menyampaikan upaya penjemputan paksa terhadap Nikita Mirzani lantaran mangkir dari panggilan resmi penyidik, sesuai dengan hukum acara pidana tersebut maka penyidik datang di kediaman Nikita Mirzani meminta yang bersangkutan supaya kooperatif dan bisa ikut untuk memberikan keterangan kepada pihak polisi ucap Shinto.

Tetapi Anehnya ketika polisi mendatangi rumah Nikita Mirzani polisi begitu santun,Presisi dan profesional menangani kasus Nikita Mirzani, sehingga sepuluh orang anggota polisi yang bertugas untuk menjemput paksa Nikita gagal.

Nikita sudah berkali – Kali di panggil tidak datang, sepuluh orang polisi yang mendatangi rumah Nikita Mirzani rela menunggu sembilan jam tanpa berani masuk ke rumah Nikita Mirzani tersebut.

Satreskrim polres Serang kota berada di kediaman Nikita Mirzani untuk menindak lanjuti laporan polisi yang status nya naik ke penyidikan.

Terkait hal tersebut, sejumlah pihak menilai bahwa ada kejanggalan yang terjadi atas batalnya penjemputan paksa Nikita Mirzani.

Salah satunya datang dari praktisi riset dan pegiat media sosial, Heri Suwondo.

Melalui akun twitternya @herisuwondo2, dia membandingkan dengan penjemputan paksa sejumlah oposisi dan ustadz yang terjadi beberapa waktu lalu.

“Polisi begitu santun, Presisi & Profesional menangani kasus Nikita Mirzani. 10 anggota yg bertugas jemput paksa krn ybs berkali2 dipanggil tdk datang, rela nunggu 9 jam tanpa berani masuk rumahnya. Lha kalau thd oposisi & ustadz kok arogan & main paksa? Mengapa SOPnya bisa beda?

Dikutip dari fajar.co.id

Menu