Semua Amal Kebaikan Akan Dilipat Gandakan, Kecuali Puasa

Foto catatan dibulan Ramadhan

Prioritas kesabaran dalam menjalankan ibadah Puasa Ramadhan.!

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱسْتَعِينُوا۟ بِٱلصَّبْرِ وَٱلصَّلَوٰةِ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ مَعَ ٱلصَّٰبِرِينَ

“Yā ayyuhallażīna āmanusta’īnụ biṣ-ṣabri waṣ-ṣalāh, innallāha ma’aṣ-ṣābirīn.”

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.”
(Surat Al-Baqarah Ayat 153)

Ayat diatas telah memberikan penjelasan kepada kita semua selaku orang yang di tunjuk dalam menjalankan ketaatan kepada Nya. Bahwasanya hanya orang-orang yang beriman yang mendapatkan seruan tentang kesabaran dan shalat yang dilakukannya dengan penuh keikhlasan akan mendapatkan hikmah dengan janji Allah SWT senantiasa menyertai tanpa memandang dari sisi dan syarat yang lain kecuali, Sabar dan Shalatnya seorang hamba yang selalu menuruti perintah dengan penuh keyakinan kepada_Nya.

Terlebih dalam rangka bulan puasa seperti sekarang ini, tentunya telah banyak kita ketahui tentang perintah-perintah ibadah yang lain. Diantaranya ibadah puasa, ibadah shalat tarawih, tadarus dan lain sebagainya. Itu semua butuh kesiapan secara lahir dan batin dalam bagaimana kita untuk melakukannya namun bukan berarti bahwa mau tidak mau mesti dijalankan semuanya tanpa ada pengecualian. Karena mengingat yang namanya kemampuan dan keterbatasan manusia itu amat berbeda-beda, maka disinilah kita memerlukan kajian khusus yang mampu menjelaskan semuanya terkait permasalahan itu. Dimana tentunya Allah SWT yang telah terlebih dahulu menyiapkan aturannya sebagaimana yang dinyatakan dalam Al-Qur’an:

اَيَّامًا مَّعْدُوْدٰتٍۗ فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَّرِيْضًا اَوْ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ اَيَّامٍ اُخَرَ ۗ وَعَلَى الَّذِيْنَ يُطِيْقُوْنَهٗ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِيْنٍۗ فَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَّهٗ ۗ وَاَنْ تَصُوْمُوْا خَيْرٌ لَّكُمْ اِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ

“(Yaitu) beberapa hari tertentu. Maka barangsiapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), maka (wajib mengganti) sebanyak hari (yang dia tidak berpuasa itu) pada hari-hari yang lain. Dan bagi orang yang berat menjalankannya, wajib membayar fidyah, yaitu memberi makan seorang miskin. Tetapi barangsiapa dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itu lebih baik baginya, dan puasamu itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.”
(QS. Al Baqarah: 184)

Dan begitulah betapa kemudahan yang Allah SWT berikan kepada semua hambanya agar manusia tetap mampu menjalankan ketaatan dan ibadah kepada Tuhannya. Namun dengan penangguhan ibadah puasa yang terlewatkan bukan berarti kita telah terbebas dari kewajiban mengganti puasa kita yang batal itu.
Sebab ayat diatas sudah cukup jelas bahwa kewajiban mengganti puasa itu harus dilakukan sebanyak hari yang ditinggalkan dan kalaupun kita juga tidak mampu menggantinya pada hari sesudahnya maka belum bisa dan tanpa alasan untuk kita terlepas dari kewajiban tersebut yakni dengan cara membayar fidyah atau bersedekah dengan ketentuan memberikan makan kepada orang miskin.

Jadi, betapa pentingnya kesabaran dalam ibadah itu terutama pelaksanaan ibadah puasa yang sedang kita jalani sekarang sehingga perlu kiranya untuk senantiasa mari kita saling mengingatkan tanpa menghilangkan rasa hormat saya pribadi kepada seluruh saudara-saudari, orang tua dan kakak adik yang sempat membaca tulisan ini serta tanpa maksud atau kesan untuk mau menggurui para pembaca sekalian. Melainkan apa yang kami sampaikan hanyalah sebatas tulisan dari gerakan jari-jemari yang sangat lemah dan jauh dari kelihaian dalam mencari dan menempatkan huruf kata dan kalimat yang tepat.

Oleh karena itu, sehubungan dengan tema yang kita bahas diatas masih ada beberapa ayat dan hadist yang ingin kami sampaikan terkait ibadah puasa diantaranya sebagai berikut.

كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ يُضَاعَفُ الْحَسَنَةُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعِمِائَةِ ضِعْفٍ قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ إِلاَّ الصَّوْمَ فَإِنَّهُ لِى وَأَنَا أَجْزِى بِهِ يَدَعُ شَهْوَتَهُ وَطَعَامَهُ مِنْ أَجْلِى

Artinya: Seluruh amalan kebaikan manusia akan dilipatgandakan menjadi sepuluh sampai tujuh ratus kali lipat. Allah Ta’ala berfirman, “Kecuali puasa. Sebab pahala puasa adalah untukKu. Dan Aku sendiri yang akan membalasnya. Ia (orang yang berpuasa) telah meninggalkan syahwat dan makannya karenaKu,” (HR Bukhari dan Muslim).

Kami rasa hadist ini sudah cukup bisa kita maknai sendiri dimana puasa adalah ibadah yang pahalanya langsung kepada Allah SWT. Yang artinya ada pengecualian dibandingkan ibadah-ibadah yang lain.

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (Surat Al Baqarah ayat 183)

Demikian apa yang sempat kami sampaikan dan mohon maaf dengan semua kekurangan yang ada didalamnya karena itu adalah mutlak kesalahan dan keterbatasan ilmu yang kami miliki. Dan terimakasih atas segala atensinya buat para pembaca yang telah merasa memperoleh ilmunya terutama ayat dan hadist yang kami sampaikan dan itu mutlak adalah kebenaran yang datangnya dari Allah SWT.

Akhir kata kami ucapkan Wassalamu’alaikum warahmatullahi wa barakatuh.

Penulis: Murdan

Advertisements
WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com