Dugaan Penyelewengan Dana Bantuan Perusahaan Untuk Desa Bedeng Sikuran Inuman

Kuansing • Dugaan penyelewengan dana bantuan dari PT. Gemilang Sawit Lestari (GSL) oleh oknum kades Bedeng Sikuran, kecamatan inuman, kabupaten Kuansing.

Berbuntut dari pencemaran lingkungan sungai di desa Bedeng Sikuran yang diduga berhulu di pabrik sawit PT. Gemilang Sawit Lestari (GSL).

Agus selaku Humas PT. Gemilang Sawit Lestari menyebutkan kepada media bahwa pihak perusahaan telah membantu desa bedeng sikuran dengan membuatkan tiga sumur setiap tahunnya.

Tiga sumur itu bang tiap tahunnya, jadi kalau 7 tahun perusahaan ini berdiri, ada sekitar 21 sumur yang telah kami bantu untuk warga” ucap Agus kepada media Jumat 8 Juli 2022.

Mendengar keterangan Agus, lantas tim media investigasi86 mencoba untuk meninjau ke desa Bedeng Sikuran dan mewawancarai sejumlah warga yang ada di desa tersebut.

Ketika ditanya kepada warga, apakah sumur bantuan dari perusahaan ada sekitar 21 sumur?lantas Sejumlah warga desa bedeng sikuran langsung menepisnya.

Mana ada sebanyak itu bang sumurnya yang terealisasi, air sumurnya pun gak bisa untuk minum bang” jelas salah seorang warga desa bedeng sikuran yang tidak mau menyebutkan namanya.

Lantas tim mencoba untuk memverifikasi terkait dugaan penyelewengan dana bantuan tersebut kepada kades Bedeng Sikuran Tarriadi pada Minggu 10 Juli 2022.

Lewat pesan singkat WhatsApp tim menanyakan terkait bantuan sumur yang diberikan perusahaan yang sekitar 21 sumur, terhitung dari perusahaan tersebut berdiri.

Sudah Terelilisasikan dan sudah dimanfaatkan oleh Masyarakat desa Bedeng sikuran” jawab kades tersebut dengan singkat.

Melihat jawaban dari kades tersebut, tim kemudian kembali bertanya “Apakah penempatan sumur sumur yang dibuat itu sudah tepat pada warga di daerah sekitar aliran sungai pak? Apakah air sumur tersebut bisa untuk dikonsumsi/di minum? Minggu 10 Juli 2022.

Hingga berita ini diterbitkan, Tarriadi selaku kades Bedeng Sikuran belum memberikan jawaban kepada media.

Terkait ketidak transparannya kades Bedeng Sikuran dengan jumlah sumur bantuan yang telah diberikan perusahaan, patut diduga ada penyelewengan dana dari perusahaan sawit tersebut.

Karena fakta yang tim temukan dilapangan, sejumlah masyarakat desa Bedeng Sikuran menyebutkan bahwa air sumur yang dibuatkan oleh perusahaan sawit tersebut tidak sampai 21 sumur dan airnya tidak layak untuk di konsumsi.(red)

 

Advertisements
WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com