Bertebar Banner Spanduk Ajakan Vaksinasi Halal di Kuansing, Yakin Halal?

Kuansing • Sejumlah baliho ajakan kepada masyarakat Kuansing untuk melaksanakan vaksinasi bertebaran disejumlah titik di wilayah kabupaten kuantan Singingi Kuansing.

Seperti salah satu baliho ajakan vaksinasi kepada masyarakat, terpampang di sebuah pengkolan di dusun tobek panjang Desa Koto Taluk Kecamatan Kuantan Tengah kabupaten Kuansing.

Baliho tersebut bertuliskan ” Insyaallah tahun ini Helat Pacu Jalur kembali, dengan sarat turunkan level PPKM dengan melaksanakan vaksinasi dan tetap patuhi protokol kesehatan..AYO VAKSIN”

Sebuah strategi yang bagus untuk mengajak masyarakat agar mau di vaksin dan bisa melaksanakan perhelatan pacu jalur pada bulan Agustus nanti.

Lantas ketika kita melihat kebawah HEADLINE nya, ternyata juga ada seuntai kalimat yang berisikan;

vaksin penting untuk menjaga kesehatan diri dan keluarga. Pemerintah menjamin vaksin yang di gunakan sesuai dengan standar keamanan dan melewati uji klinik yang ketat” kemudian dibawahnya di bubuhi lagi dengan slogan “VAKSIN Halal dan Aman”

Foto : Banner/spanduk ajakan vaksinasi kepada masyarakat.

Perihal Kesehatan

Kalau dilihat dari segi kesehatan yang di narasikan pada spanduk tersebut bahwa vaksin penting untuk menjaga kesehatan diri dan keluarga, tapi mengapa orang yang sudah di vaksin masih saja terinfeksi oleh virus? Kenapa orang yang telah divaksin tidak terjamin kesehatannya? Dan justru telah banyak ditemukan kasus baru bahwa orang yang terinfeksi virus covid merupakan orang yang telah selesai melaksanakan vaksinasi…why??? Kenapa???

Selanjutnya perihal Vaksin Halal.

Mengapa di spanduk tersebut tidak di sebutkan jenis/merk vaksin yang akan digunakan/disuntikkan kepada masyarakat?

Padahal MUI sudah mengeluarkan fatwa bahwa dari empat jenis vaksin yang beredar di Indonesia, ada tiga merk yang diharamkan.

Untuk Vaksin AstraZeneca, Sinopharm, dan Pfizer MUI menetapkan bahwa ketiga vaksin ini haram, dikarenakan ada gelatin Babi dan sel Janin Bayi didalamnya.

Sementara vaksin bermerk sinovac, MUI menetapkan untuk penggunaan nya boleh-boleh saja, dikarenakan di dalam vaksin tersebut berisikan VIRUS yang Di NonAktivkan.

Dalam hal ini, kenapa pemerintah desa dan pemerintah daerah setempat tidak memberikan informasi yang jelas terkait jenis dan merk vaksin yang akan di suntikkan kepada masyarakat?

Kenapa didalam spanduk tersebut tidak di cantumkan merk vaksin yang halal untuk masyarakat kabupaten kuantan Singingi yang jelas-jelas penduduknya mayoritas muslim?

Apakah masyarakat tidak boleh mengetahui informasi terkait vaksin yang akan di suntikkan kepada tubuhnya?(red)

 

Advertisements
WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com