fbpx
INFORMASI
Informasi yang dimuat di media online investigasi86.com dapat berupa fakta, narasi dan opini, serta hasil dari kajian para jurnalis investigasi86.com, Tentunya informasi yang dimuat bisa berisikan fakta dan analisa terkait suatu peristiwa yang ditemukan di lapangan.
Tajam Mengabarkan Fakta
Indeks

Anak PKI Boleh Masuk TNI, Mayjen TNI Deddy Setia Budiman Langsung Bersuara

Dedi setia budiman

Mayor Jendral TNI (Purn) Deddy Setia Budiman merespon sikap Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa yang membolehkan dan mengizinkan  keturunan PKI bisa masuk TNI.

“Fakta yang kita jumpai pada saat ini, partai politik pemenang Pemilu adalah partai penampung anak keturunan PKI, wajar anak keturunan PKI ada di eksekutif, yudikatif, legislatif, dan bahkan tidak menutup kemungkinan ada di TNI-Polri,” ujar Deddy, Minggu (3/4).

Bahkan kata Mayjen Purn Deddy, keturunan PKI ada di mana-mana diakibatkan rezim Presiden Jokowi berhubungan dan bekerjasama dengan China yang berpaham komunisme, leninisme, marxisme.

 

“Sehingga rezim menderita penyakit Islamophobia, kerjanya ngadu domba umat beragama khususnya terhadap umat Islam, fitnah kepada umat Islam intoleran radikal teroris, janji-janji bohong, menjauhkan nilai-nilai Pancasila/agama dalam kehidupan politik, memutarbalikan sejarah, dan sedang memiskinkan rakyat,” kata Mayjen Purn Deddy yang merupakan mantan Staf Panglima TNI ini.

Lulusan Akabri angkatan 1975 ini memahami bahwa Jenderal Andika Perkasa dilahirkan pada 1964 yang tidak melihat langsung kejamnya masa sebelum dan sesudah G30S/PKI.

Mayjen Purn Deddy juga menduga Jenderal Andika tidak pernah membaca sejarah kejamnya ideologi komunis di Indonesia.

Mantan Staf Panglima TNI ini menilai, Jenderal Andika termasuk orang yang memiliki hobi membesarkan otot (binaragawan).

Imbasnya, Jenderal Andika justru abai terhadap hal-hal yang berkaitan dengan Pancasila dan hal mendasar lainnya.

“Wajarlah kalau Pak Andika Perkasa sebagai manusia, lupa Pancasila, lupa Pembukaan UUD45, lupa dasar negara itu Ketuhanan Yang Maha Esa, lupa Saptamarga, lupa sumpah prajurit, lupa depan wajib TNI, lupa sumpah perwira, dan lupa kode etik perwira ‘Budhi Bakti Wira Utama’,” jelas Deddy.

Sehingga kata Mayjen Purn Deddy, wajar jika Jenderal Andika lupa sebagai Panglima TNI, sehingga lupa terhadap tugas pokok TNI, lupa bahwa Panglima-panglima TNI sebelumnya adalah para pejuang anti komunisme.