Ada 5 Kejanggalan Pada Kasus Kematian Brigadir J

Investigasi86 • Polisi Tembak Polisi, Ada 5 Kejanggalan yang ditemukan Pada Kasus Tersebut. Beberapa hari yang lalu media dihebohkan dengan adanya kabar aksi saling tembak menembak antara dua anggota polisi, yakni Brigadir J dengan Bharada E, yang pada akhirnya Brigadir J tewas dalam aksi tembak menembak tersebut.

Kejadian ini terjadi di lokasi rumah perwira tinggi polisi dan bahkan mempunyai jabatan sebagai Kadiv Propam Mabes Polri, yakni Irjen Pol Ferdy Sambo di daerah Duren 3 Jakarta Selatan.

Sebagaimana berita sebelumnya, yakni rilis dari Humas Polri, Brigjen Pol Ahmad Ramadhan, menyampaikan bahwa berita ini terjadi pada Jumat lalu 08/07/22, dan press konferensi dilakukan pada hari senin 11/07/22.

Dikatakan oleh Humas mabes polri, bahwa peristiwa itu terjadi sehubungan karena adanya insiden brigadir J yang memasuki kamar istri Irjen Ferdy Sambo dan kemudian terjadi pelecehan lantas istri Irjen Sambo berteriak.

Teriakan itu sampai didengar oleh Bharada E, kemudian Bharada E dari lantai atas menuju ke arah sumber teriakan, namun disongsong oleh brigadir J dengan ancaman dan tembakan dan akhirnya terjadilah tembak menembak dan berakhir dengan tewasnya brigadir J.

Berikut Kejanggalan Yang terjadi pada kasus tewasnya brigadir J

1. Ada luka sayatan.

Pengakuan yang mengejutkan dari Tante Brigadir J yang meninggal, pada Sabtu lalu keluarga sudah mengambil jenazah dan sudah diterbangkan ke Jambi untuk dikebumikan.

Dikatakan oleh Roslin, bahwa jenazah Brigadir J ternyata ada hal yang menimbulkan pertanyaan bagi kita semua.

Roslin menyebutkan bahwa ada luka sayatan pada bagian tubuhnya. Korban juga disebutkan mengalami luka senjata tajam di bagian mata, hidung, mulut, dan kakinya

2. Perbedaan waktu kejadian dan pengungkapan.

Kenapa rilis dari divisi Humas baru dilakukan pada hari Senin? sedangkan kejadiannya pada hari Jumat, berarti ada jeda waktu sekitar 3 hari untuk mengumumkan peristiwa yang penting ini. Sedangkan lokasi kejadian berada tidak jauh dari jangkauan kepolisian.

3. Temuan cctv yang rusak.

Temuan cctv yang dari delapan (8) hanya dua (2) yang berfungsi, selebihnya rusak karena kesambar petir. Untuk sekelas pejabat polisi yang butuh pengamanan yang super high, kok tidak segera diperbaiki? Dan menunggu sampai 8 cctv yang rusak. Cctv yang rusak tersebut berada pada posisi yang strategis yang seharusnya bisa menggambarkan secara objektif kondisi peristiwanya seperti apa.

4. Keluarga sempat dilarang lihat jenazah Brigadir J

Menurut bibi mendiang Brigadir J, Rohani Simanjuntak, pihak keluarga sempat dilarang untuk melihat jenazah.

Pihak keluarga juga mengungkapkan, korban tiba di Jambi pada Sabtu (9/7/2022) melalui kargo bandara.

Saat tiba di rumah duka, keluarga awalnya tidak diperbolehkan untuk melihat kondisi korban. Namun, ibu korban bersikukuh untuk melihat kondisi anaknya sebelum dimakamkan.

Saat itulah, keluarga melihat tubuh korban penuh luka. “Ya awalnya enggak dibolehin, tapi ibunya bilang mau lihat kondisi anaknya bagaimana, ujarnya.

Bahkan menurut ayah Brigadir J, Samuel Hutabarat, keluarga sempat tidak diperkenankan membuka pakaian korban sebelum dimakamkan.

Selaint itu, keluarga juga sempat dilarang mendokumentasikan kondisi korban saat pertama kali tiba di rumah duka.

5. Dua Jari Putus

Jenazah Brigadir J yang tewas dalam baku tembak di rumah dinas Ferdy Sambo kemudian dipulangkan ke kampung halamannya di Jambi untuk dimakamkan. Menurut pihak keluarga, Roslin menyebutkan bahwa dua jari brigadir J terputus.

Itulah tadi Lima (5) kejanggalan yang ditemukan pada kasus polisi tembak polisi yang terjadi di kediaman Irjen Ferdy Sambo yang dilansir dari berbagai sumber.

Ikuti terus portal berita investigasi86 dengan cara pencet tombol lonceng dikanan bawah, agar pembaca semua selalu mendapatkan update terbaru mengenai kejadian dan peristiwa yang ada di Nusantara.

Advertisements
WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com