More results...

Generic selectors
Cari yang sama persis
Cari berdasarkan judul
Cari berdasarkan konten
Post Type Selectors
Filter by Categories
Bangka Belitung
Berita Indragiri Hilir
Berita Kriminal
Berita Kuansing
Catatan Muslim
Daerah
Edukasi
Hiburan
Internasional
Investigasi
Jakarta
Kabupaten Gunung Kidul
Kabupaten Indragiri Hilir
Kabupaten Indragiri Hulu
Kabupaten Kampar
Kabupaten Karimun
Kabupaten Kepahiang
Kabupaten Kuantan Singingi
Kabupaten Lahat
Kabupaten Lahat Online
Kabupaten Pelalawan
Kabupaten Rokan hilir
Kabupaten Siak
Kesehatan
Kota Batam
Kota Dumai
Kota Manado
Lampung Barat
Maluku
Maluku Utara
Narasi dan Opini
Nusa Tenggara Barat (NTB)
Nusa Tenggara Timur (NTT)
Papua
Provinsi Aceh
Provinsi BALI
Provinsi Banten
Provinsi Bengkulu
Provinsi DIY
Provinsi Jambi
Provinsi Jawa Barat
Provinsi Jawa Tengah
Provinsi Jawa Timur
Provinsi Kalimantan Selatan
Provinsi Kalimantan Tengah
Provinsi Kepri
Provinsi Lampung
Provinsi Riau
Provinsi Sulawesi Barat
Provinsi Sulawesi Selatan
Provinsi Sulawesi Tengah
Provinsi Sulawesi Tenggara
Provinsi Sulawesi Utara
Provinsi Sumatera barat
Provinsi Sumatera Selatan
Provinsi Sumatra Utara
Sejarah
Video
Yogyakarta
INVESTIGASI 86 di Google News

Ketua DPC AJOI Lambar Angkat Bicara Terkait Konten Peratin Mekar Jaya Yang Menyinggung Profesi Jurnalis

Ketua DPC AJOI Lambar Angkat Bicara Terkait Konten Peratin Mekar Jaya Yang Menyinggung Profesi Jurnalis

Lampung Barat • Terkait konten video yang viral yang di perankan oleh Peratin (kepala desa) Mekarjaya Kecamatan Gedung Surian Kabupaten Lampung Barat (Lambar), Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Aliansi Jurnalis Online Indonesia (AJOI)  Lambar Frans Morro angkat bicara.

Frans Morro selaku ketua AJOI Lambar meminta agar pejabat publik harus bijak pada saat menggunakan media sosial dan sarana informatika lainnya.

pejabat publik harus bijak pada saat menggunakan media sosial, jangan sampai mengundang reaksi dan ketersinggungan sehingga menimbulkan permasalahan hukum” ucap Frans kepada awak media investigasi86. Senin 16/1/2023.

Frans menyebutkan bahwa hal tersebut bukanlah opsi bagi seorang pejabat publik untuk mencari solusi atas masalah yang ada dan justru akan memperkeruh masalah.

Cara seperti itu bukanlah pilihan bijak bagi seorang pejabat publik dalam mencari solusi atas masalah yang ada dan justru hal tersebut bisa memperkeruh masalah nantinya” ujar Frans Senin (16/1/2023).

Menurut Frans, konten video yang dijadikan story WhatsApp oleh Dede suherli Peratin Mekarjaya itu seharusnya tidak terjadi, karena itu nantinya bisa mengundang reaksi kawan-kawan yang bertugas sebagai jurnalis.

Karena dalam vidio itu jelas ada menyebutkan Wartawan, sehingga bisa menyinggung profesi seorang wartawan.

Bahkan kata pria yang akrab disapa Uda Frans tersebut, terlihat dari mimik wajah dan gestur tubuh saat mengucapkan kata-katanya seperti merendahkan suatu profesi tersebut.

Hal ini tentunya sangat tidak pantas karena progesi wartawan itu mulia, menyebar luaskan informasi.

Jika memang ada Oknum yang tidak bertanggung jawab dan mengatasnamakan wartawan, silahkan di proses hukum, jangan seperti ini yang menyinggung suatu profesi yang sangat mulia bagi insan pers.

Ditambahkannya, dalam konten yang berdurasi 51 detik teraebut Dede Suherli dengan gaya pelawak namun terkesan Melecehkan karya jurnalis.

Kalau memang profesional, kenapa harus nyumput, temui wartawannya dan berikan hak jawab dan jangan jadikan karya tulis wartawan sebagai lelucon seperti ini,” umpat frans.

Prans juga mengatakan bahwa konten semacam itu sangat tidak pantas dilakukan oleh seorang pejabat publik, karena hal tersebut memicu ketersinggungan para insan pers.

Kalau mau melawak jangan singgung perasaan wartawan silahkan buat konten yang lain hal semacam ini sangat tidak pantas dilakukan oleh seorang peratin, tugas wartawan itu mulia jangan jadikan lelucon seperti ini,” imbuhnya lagi

Selaku pewarta yang pekerjaan sehari-hari mencari dan menulis berita,  Frans Morro meminta yang bersangkutan meminta maaf atas ucapannya tersebut, karena disitu jelas jika ada penyebutan profesi wartawan, bahkan nada mengajak kawan-kawan peratin lainnya untuk bersembunyi atau nyumput, karena takut dengan awak media, itu sama dengan tindakan provokatif.

Jika memang tidak bersalah kenapa harus nyumput, kalaupun ada kawan-kawan wartawan yang datang bertanya, silahkan dijawab sesuai pertanyaan tersebut, jika kita tidak merasa salah kenapa takut. Jadi jangan semua wartawan dianggap tidak baik,” pungkasnya.(Asep)

Klik tombol tindakan dibawah sesuai pilihanmu untuk membagikan informasi ini!