More results...

Generic selectors
Cari yang sama persis
Cari berdasarkan judul
Cari berdasarkan konten
Post Type Selectors
Filter by Categories
Bangka Belitung
Berita Indragiri Hilir
Berita Kriminal
Berita Kuansing
Catatan Muslim
Daerah
Edukasi
Hiburan
Internasional
Investigasi
Jakarta
Kabupaten Gunung Kidul
Kabupaten Indragiri Hilir
Kabupaten Indragiri Hulu
Kabupaten Kampar
Kabupaten Karimun
Kabupaten Kepahiang
Kabupaten Kuantan Singingi
Kabupaten Lahat
Kabupaten Lahat Online
Kabupaten Pelalawan
Kabupaten Rokan hilir
Kabupaten Siak
Kesehatan
Kota Batam
Kota Dumai
Lampung Barat
Maluku
Maluku Utara
Narasi dan Opini
Nusa Tenggara Barat (NTB)
Nusa Tenggara Timur (NTT)
Papua
Provinsi Aceh
Provinsi BALI
Provinsi Banten
Provinsi Bengkulu
Provinsi DIY
Provinsi Jambi
Provinsi Jawa Barat
Provinsi Jawa Tengah
Provinsi Jawa Timur
Provinsi Kalimantan Selatan
Provinsi Kalimantan Tengah
Provinsi Kepri
Provinsi Lampung
Provinsi Riau
Provinsi Sulawesi Barat
Provinsi Sulawesi Selatan
Provinsi Sulawesi Tengah
Provinsi Sulawesi Tenggara
Provinsi Sulawesi Utara
Provinsi Sumatera barat
Provinsi Sumatera Selatan
Provinsi Sumatra Utara
Sejarah
Video
Yogyakarta

Duit Untuk Anggaran Pemilu 2024 Bikin Petani Ini Meradang

Sejumlah petani diboyolai memprotes anggaran untuk pemilu yang terlampau berlebihan

Seorang petani meradang mendengar pernyataan presiden Jokowi perihal dana yang digelontorkan untuk pemilu 2024 nanti.

“terus terang saja, kalau keadaan begini  kami sangat berharap kepada bantuan, kami enggak mikir apa itu pemilu,” ujar Suroto.

Suroto yang seorang petani di daerah Boyolali tersebut mengatakan, umumnya para petani lebih memikirkan kebutuhan pokok sehari-hari daripada pemilu.

Suroto menyampaikan hal tersebut karena menanggapi pernyataan Presiden Joko Widodo pada waktu lalu yang memperkirakan anggaran yang akan dikeluarkan untuk pemilu 2024 mencapai Rp 110,4 triliun.

Wowww… Tentu bukan sebuah nilai yang kecil.

Presiden Jokowi menyebutkan bahwa anggaran tersebut akan digunakan untuk Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebesar Rp 76,6 triliun dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) bernilai Rp 33,8 triliun.

Lantas mendengar pernyataan bapak presiden republik Indonesia yang telah menjabat dua periode itu, Suroto mengaku dirinya tidak terima dengan sikap pemerintah yang seolah-olah lebih sigap membiayai pemilu ketimbang membantu nasib petani.

“Saat harga wortel dan tomat anjlok, negara ke mana?” kata Suroto (46), perwakilan petani asal Boyolali.

Menurut Suroto, para petani merugi hingga jutaan rupiah karena harga wortel dan tomat beberapa waktu lalu hanya Rp 1.000 per kilogram.

Padahal, lanjutnya, dalam kondisi normal harga wortel berada di kisaran Rp 3.000 hingga Rp 5.000 per kilogram dan harga tomat Rp 5.000 sampai Rp 6.000 per kilogram.

Keadaan begini terus terang kami sangat berharap bantuan. Kami enggak mikir apa itu pemilu,” ujar Suroto.

Hal yang sama juga diutarakan Ratimah (39) saat ini pemilu bukanlah kebutuhan mendesak. Sebaliknya, pemulihan ekonomi serta pengendalian harga pangan dan BBM mesti menjadi perhatian utama pemerintah.

“Kesannya tega gitu lho, hasil panen dibiarin murah, giliran pemilu dibuat mahal,” ujarnya.

Oleh karena itu, dia berharap pemerintah beserta pihak terkait tidak menutup mata terhadap persoalan yang dihadapi petani.

Anggaran pemilu yang terlampau fantantis sebisa mungkin dipangkas serta dialihkan untuk membantu warga dari kesulitan ekonomi.

“Dahulukanlah ekonomi warga,” pungkas Ratimah.(red)

Jpnn

Klik tombol tindakan dibawah sesuai pilihanmu untuk membagikan informasi ini!
INVESTIGASI 86 di Google News