fbpx
INFORMASI
Informasi yang dimuat di media online investigasi86.com dapat berupa fakta, narasi dan opini, serta hasil dari kajian para jurnalis investigasi86.com, Tentunya informasi yang dimuat bisa berisikan fakta dan analisa terkait suatu peristiwa yang ditemukan di lapangan.
Tajam Mengabarkan Fakta
Indeks

Seorang Anak Meninggal Dunia Diduga Karena Hepatitis Misterius

Foto ilustrasi korban

Tulungagung – Pemerintah Daerah Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur melaporkan kasus kematian seorang anak perempuan berusia tujuh (7) tahun yang diduga meninggal dunia akibat terpapar hepatitis akut yang belum diketahui penyebabnya alias hepatitis misterius.

Kepala Dinkes Kabupaten Tulunggung, Kasil Rokhmad mengatakan, pasien anak berusia tujuh tahun itu sebelumnya dilaporkan sudah mendapatkan perawatan insentif di RSUD dr Iskak Tulungagung. Dari hasil pemeriksaan laboratorium, tidak terdeteksi virus hepatitis A,B,C,D maupun E dalam tubuh anak tersebut.

“Ya, sudah konfirmasi [hepatitis of unknown),” kata Kepala Dinkes Kabupaten Tulunggung Kasil Rokhmad.

Kasil melanjutkan, kendati anak tersebut tidak terinfeksi virus hepatitis, namun bocah berusia tujuh tahun itu menunjukkan sejumlah gejala umum dari penyakit hepatitis misterius yang sesuai dengan pedoman yang ditetapkan Kementerian Kesehatan maupun Badan Kesehatan Dunia (WHO) baru-baru ini.

Sejumlah gejala yang dilaporkan di antaranya mirip gejala penyakit kuning, demam, diare, urine berwarna lebih pekat dan feses berwarna pucat. Selain itu, pasien anak usia tujuh tahun yang meninggal ini juga masuk dalam kriteria lain dari hepatitis misterius, seperti berusia di bawah 10 tahun dan tidak memiliki komorbid.

Lebih lanjut, Kasil juga membeberkan kronologi temuan kasus kematian ini. Awalnya, pasien anak tersebut mengalami demam dan muntah-muntah selama empat hari.

Anak tersebut kemudian dirujuk ke RS swasta namun tidak mengalami perkembangan signifikan sehingga dibawa ke RSUD dr Iskak Tulungagung. Namun pada Jumat (6/5) lalu, pasien anak tersebut dilaporkan meninggal dunia.

Kepala Dinas Kesehatan Jawa Timur dr Erwin Astha Triyono mengatakan pihaknya belum menentukan diagnosis kematian pasien tersebut. Ia masih berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan.