Inilah Sejumlah Bahan Pangan Yang Akan Naik Harganya Menjelang Bulan Ramadhan

Investigasi86.com • Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, sejumlah harga bahan pangan di pasaran mulai mengalami kenaikan.

Ada beberapa bahan pangan yang mulai mengalami kenaikan harga antara lain cabe, bawang putih, daging ayam, telur ayam, daging sapi, dan minyak goreng,hingga kacang kedelai.

Ketua Umum Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI), Abdullah Mansuri menyebutkan, terkait kenaikan harga bahan pangan terjadi pada hampir seluruh komoditas pangan.

“hampir seluruh bahan pangan terpantau naik, walaupun kenaikan (harganya) berbeda-beda,” kata Mansuri.

Mansuri menyebutkan bahwa semua jenis cabai mengalami kenaikan harga, seperti cabai rawit yang kini telah dibanderol seharga Rp 70.000 per kilogram.

“Semua jenis cabai-cabaian (harganya) naik,” ujar Mansuri.

Bawang putih pada saat inipun masih relatif tinggi, yakni berkisar Rp 33.000 per kilogram, sedangkan untuk bawang merah sudah mulai turun sedikit dari Rp 37.300 menjadi Rp 37.000 per kilogram.

Daging ayam masih berada di kisaran angka Rp 38.000 sampai Rp 39.000 per ekor, sedangkan untuk harga telur ayam naik sedikit dari Rp 24.000 menjadi Rp 24.500 per kilogram.

Harga Daging sapi juga telah mengalami kenaikan, dari harga sebelumnya yang hanya Rp 130.000 per kilogram, kini menjadi Rp 140.000 per kilogram.

Untuk harga minyak goreng masih tetap di kisaran angka Rp 23.000 hingga Rp 24.000 per liter sejak beberapa waktu lalu.

Kementerian Perdagangan (Kemendag), sebelumnya sudah memastikan bahwa pasokan sejumlah komoditas pangan jelang bulan Ramadan 2022 mencukupi.

Menteri Perdagangan (Mendag), Muhammad Lutfi menyebutkan, bahwa harga cabai dan bawang merah terpantau mengalami kenaikan, tetapi dapat dipastikan pada bulan Ramadan mendatang pasokan pangan akan kembali optimal.

Terkait kenaikan sejumlah bahan pangan seperti cabai dan bawang merah, itu terjadi akibat curah hujan yang tinggi sehingga tanaman gagal berbuah sehingga panen tertunda serta menjadikan produktivitas tanaman bawang turun mencapai 50 persen.

 

“Diperkirakan pada saat puasa di bulan Ramadan pasokan kembali optimal bahkan cenderung over supply,” kata Lutfi.

Tercukupnya pasokan cabe dan bawang merah lantaran didukung oleh beberapa sentra produksi di Blitar, Tuban, Magelang, Banyuwangi, Situbondo, dan Malang yang akan panen serentak pada akhir Maret dan awal April.

“Produksi hingga 60 ton per hari di setiap daerah,” ujar Lutfi.

Sementara Sentra bawang merah yang ada di Brebes, Nganjuk, Probolinggo, Solo, dan Bima juga akan memasuki masa panen pada bulan Ramadan nanti

Pasokan daging dan telur ayam selama Ramadan ini juga dipastikan akan mencukupi bahkan cenderung mengalami surplus.

Mentri perdagangan juga telah meminta kepada pihak Perum Bulog untuk segera merealisasikan  daging sapi impor tahun ini. Soalnya, Bulog masih memiliki kuota impor sebanyak 20.000 ton.

Selain daging sapi lokal, kami juga telah meminta Bulog untuk segera merealisasikan alokasi daging impor beku dari India sebesar 20.000 ton, dan rencananya akan tersedia pada akhir Maret ini,” ucapnya.(red)

Sumber

 

Advertisements
WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com