More results...

Generic selectors
Cari yang sama persis
Cari berdasarkan judul
Cari berdasarkan konten
Post Type Selectors
Filter by Categories
Bangka Belitung
Berita Indragiri Hilir
Berita Kriminal
Berita Kuansing
Catatan Muslim
Daerah
Edukasi
Hiburan
Internasional
Investigasi
Jakarta
Kabupaten Gunung Kidul
Kabupaten Indragiri Hilir
Kabupaten Indragiri Hulu
Kabupaten Kampar
Kabupaten Karimun
Kabupaten Kepahiang
Kabupaten Kuantan Singingi
Kabupaten Lahat
Kabupaten Lahat Online
Kabupaten Pelalawan
Kabupaten Rokan hilir
Kabupaten Siak
Kesehatan
Kota Batam
Kota Dumai
Kota Manado
Lampung Barat
Maluku
Maluku Utara
Narasi dan Opini
Nusa Tenggara Barat (NTB)
Nusa Tenggara Timur (NTT)
Papua
Provinsi Aceh
Provinsi BALI
Provinsi Banten
Provinsi Bengkulu
Provinsi DIY
Provinsi Jambi
Provinsi Jawa Barat
Provinsi Jawa Tengah
Provinsi Jawa Timur
Provinsi Kalimantan Selatan
Provinsi Kalimantan Tengah
Provinsi Kepri
Provinsi Lampung
Provinsi Riau
Provinsi Sulawesi Barat
Provinsi Sulawesi Selatan
Provinsi Sulawesi Tengah
Provinsi Sulawesi Tenggara
Provinsi Sulawesi Utara
Provinsi Sumatera barat
Provinsi Sumatera Selatan
Provinsi Sumatra Utara
Sejarah
Traveling
Video
Way Kanan
Yogyakarta

Terkait Dugaan Penyalahgunaan Dana BOS, Kepala MAN 2 Kepahiang Beserta Dua Pejabat Lainnya Jadi Tersangka

INVESTIGASI 86 di Google News

Kepahiang – Kepala Sekolah sekaligus Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) AM, Bendahara EPD dan Kepala Urusan Tata Usaha (TU) US di MAN 2 kabupaten Kepahiang resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Kepahiang. Selasa (28/05/2024)

AM cs diduga terlibat dalam kasus Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) terkait penyimpangan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk tahun ajaran 2021-2022.

Kasus ini mencuat setelah ditemukan adanya berbagai modus operandi seperti pemotongan anggaran kegiatan, kegiatan fiktif, mark up belanja dan praktik cash back dari pihak ketiga.

Penyelidikan yang dilakukan oleh pihak Kejari mengungkapkan adanya penyalahgunaan wewenang yang dilakukan oleh para pejabat MAN 2 Kepahiang tersebut, yang mengakibatkan kerugian negara yang lumayan besar.

Kepala Kejari Kepahiang, Ika Mauluddhina, SH, MH, melalui Pelaksana Harian (Plh) Kepala Seksi Intelijen Brahma Kharisman, SH. melakukan Press Release terkait status mereka sebagai tersangka.

Ketiganya  langsung dipakaikan rompi oranye dan digiring ke Lapas Kelas II Curup Kabupaten Rejang Lebong untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

“Kita tetapkan tiga tersangka yang keterlibatan mereka didalam dugaan korupsi penggunaan dana BOS di MAN 2 Kepahiang.” Ujar Brahma Kharisman dalam keterangannya kepada media

Menurut dugaan sementara kerugian negara yang diakibatkan oleh tindakan korupsi ini mencapai angka Rp 616 juta.

Deperti kita ketahui dalam perjalanan realisasi penggunaan dana BOS ini Selama tahun ajaran 2021-2022, Dana yang seharusnya digunakan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan kesejahteraan siswa ternyata disalah gunakan oleh para pejabat sekolah.

Mereka melakukan pemotongan anggaran kegiatan menyusun laporan kegiatan fiktif, menggelembungkan harga pembelian barang (mark up), dan menerima uang kembali (cash back) dari pihak ketiga yang terlibat dalam pengadaan barang dan jasa.

Praktik-praktik semacam ini tidak hanya merugikan negara secara finansial tetapi juga merusak kepercayaan masyarakat terhadap institusi pendidikan.

Selain itu tindakan ini juga berdampak negatif pada kualitas pendidikan yang diterima oleh para siswa, karena dana yang seharusnya digunakan untuk keperluan pendidikan justru diselewengkan untuk keuntungan pribadi.

Dalam proses hukum yang sedang berjalan ketiga tersangka akan menjalani pemeriksaan lebih lanjut dan jika terbukti bersalah, mereka akan menghadapi hukuman sesuai dengan ketentuan undang-undang yang berlaku.

Kasus ini juga menjadi peringatan bagi semua pihak yang terlibat dalam pengelolaan dana pendidikan untuk selalu menjaga integritas dan transparansi dalam menjalankan tugas mereka.

Kasus korupsi di MAN 2 Kepahiang ini menjadi pelajaran penting bagi semua pihak bahwa integritas dan transparansi harus selalu dijunjung tinggi dalam setiap aktivitas pengelolaan dana publik.

Semoga dengan adanya penindakan tegas seperti ini, kepercayaan masyarakat terhadap institusi pendidikan dan aparat penegak hukum dapat terjaga dan bahkan meningkat. (Ar)

Klik tombol tindakan dibawah sesuai pilihanmu untuk membagikan informasi ini!