Rapat Paripurna DPRD Kuansing Batal Hanya Gara-Gara Hal Seperti Ini.

Rapat paripurna DPRD Kuansing dibatalkan, sehingga menuai polemik di tengah redupnya kontroversi antara ketua DPRD Kuansing Dr.Adam SH.MH dan plt Bupati kuansing Suhardiman Ambi.

Sebab rapat paripurna DPRD dibatalkan, dikarenakan adanya lima (5) fraksi anggota DPRD Kuansing yang tidak hadir pada saat rapat tersebut.

Adapun kelima fraksi tersebut adalah berasal dari partai PDIP, Gerindra, Demokrat, PAN, dan anggota DPRD dari Hanura. Kelima fraksi partai tersebut bersurat ke Ketua DPRD, dan menyatakan “sebelum adanya pembentukan AKD yang sah mereka mengancam tidak akan mengikuti segala bentuk persidangan dan rapat yang ada di DPRD Kuansing”.

Rencana agenda Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Bupati tahun 2021 tersebut batal, dikarenakan tidak hadirnya lima fraksi yang menuntut kepastian Alat Kelengkapan Dewan (AKD).

Tampak sekali kelima fraksi tersebut lebih mementingkan kepentingan kelompok mereka daripada kepentingan masyarakat.

Ketua Komisi II DPRD Kuansing Drs. H. Darmizar menyebutkan bahwa rapat yang akan digelar “rapat yang paling lucu yang ada di DPRD seluruh Indonesia”. Ketidak hadiran kelima fraksi partai yang menuntut AKD yang sah tidaklah berdasar, karena pihak koalisi partai Bupati tersebut kalah, “kalaulah pembentukan AKD tersebut bertentangan dengan hukum, bisa kita tengok dan bisa kita tinjau” tutur Darmizar.

Lebih lanjut, ketua komisi II DPRD berujar “apakah Kuansing ini kedepan mau dibangun atau tidak?” Darmizar menyebutkan bahwa situasi politik yang terjadi di Kuansing saat ini sengaja diciptakan, siapa yang menciptakannya? Salah satu adalah ketua partai, yakni plt Bupati kuansing Suhardiman Ambi yang bersekongkol disini.

“Kalaulah situasinya seperti ini, maka kita musti berbalas pantun, kalau mereka mau mengadakan rapat kita gak usah hadir ketua” ucap ketua komisi II DPRD Kuansing.

Polemik yang berkepanjangan tanpa memikirkan nasib Kuansing kedepannya, tentu akan menjadi peluru bagi segelintir orang dan kelompok yang hanya mementingkan perutnya sendiri.

Tidak bisa berfikir jernih untuk kemajuan sebuah negri, dan hanya mengedepankan ego semata.

Perlunya kesadaran masyarakat, agar kedepannya kita bisa betul-betul memilih sosok pemimpin yang peduli dengan rakyatnya, bukan hanya kepada kelompoknya. (red)

 

 

Advertisements
WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com