More results...

Generic selectors
Cari yang sama persis
Cari berdasarkan judul
Cari berdasarkan konten
Post Type Selectors
Filter by Categories
Bangka Belitung
Berita Indragiri Hilir
Berita Kriminal
Berita Kuansing
Catatan Muslim
Daerah
Edukasi
Hiburan
Internasional
Investigasi
Jakarta
Kabupaten Gunung Kidul
Kabupaten Indragiri Hilir
Kabupaten Indragiri Hulu
Kabupaten Kampar
Kabupaten Karimun
Kabupaten Kepahiang
Kabupaten Kuantan Singingi
Kabupaten Lahat
Kabupaten Lahat Online
Kabupaten Pelalawan
Kabupaten Rokan hilir
Kabupaten Siak
Kesehatan
Kota Batam
Kota Dumai
Kota Manado
Lampung Barat
Maluku
Maluku Utara
Narasi dan Opini
Nusa Tenggara Barat (NTB)
Nusa Tenggara Timur (NTT)
Papua
Provinsi Aceh
Provinsi BALI
Provinsi Banten
Provinsi Bengkulu
Provinsi DIY
Provinsi Jambi
Provinsi Jawa Barat
Provinsi Jawa Tengah
Provinsi Jawa Timur
Provinsi Kalimantan Selatan
Provinsi Kalimantan Tengah
Provinsi Kepri
Provinsi Lampung
Provinsi Riau
Provinsi Sulawesi Barat
Provinsi Sulawesi Selatan
Provinsi Sulawesi Tengah
Provinsi Sulawesi Tenggara
Provinsi Sulawesi Utara
Provinsi Sumatera barat
Provinsi Sumatera Selatan
Provinsi Sumatra Utara
Sejarah
Video
Yogyakarta
INVESTIGASI 86 di Google News
Daerah  

Puan Maharani Mencari Guru Untuk Mengajarinya Berpidato

Puan Maharani ketua partai PDIP

Sosok Puan Maharani tentunya sudah tidak asing lagi di kancah perpolitikan Indonesia. Puan Selain anak dari Ketua Umum partai PDI Perjuangan, yakni Megawati Sukarnoputri, tentunya Puan juga cucu dari seorang presiden pertama Indonesia, yakni Soekarno.

Saat ini puan menjabat sebagai Ketua DPR RI. Karier politiknya terus menanjak, beriring dengan nama besar keluarganya serta nama besar partai PDI Perjuangan yang kini menjadi partai politik penguasa pemerintahan.

Di balik nama besar keluarganya serta partai politiknya, ternyata ada satu kelemahan yang dimiliki oleh sosok Puan Maharani.

Dalam sebuah bincang-bincang di sebuah channel YouTube Narasi Newsroom pada Jumat (8/4/2022), Puan mengakui bahwa dirinya tidak memiliki kemampuan berpidato di depan banyak orang.

Tentu sesuatu Hal yang berbanding terbalik dengan sang kakek dan ibunya yang lebih dulu dikenal sebagai orator. Ketika berpidato, Soekarno bisa melakukannya selama dalam durasi panjang dan seperti membius pendengarnya.

Namun bakat yang dimiliki oleh ibu dan kakeknya tersebut, tampaknya tidak menurun kepada diri Puan Maharani. Secara terang-terangan, puan mengaku grogi ketika harus pidato didepan umum. Ia bahkan mengakuinya langsung pada sang ibunya.

“Saya datang ke ibu, lalu bilang ‘Mah saya ngga bisa pidato, aku grogi kalau pidato’,” kenang Puan.

Kekurangan yang ada pada diri Puan cukup terlihat ketika pada beberapa kali kesempatan, ia tampak jarang berpidato dan orasi atau sekadar memberikan kata sambutan.

Jikalaupun puan melakukannya, ia hanya memberikan pidato dengan ringkas saja, atau dengan membaca teks yang tersedia.

Oleh Karena itu puan sempat berpikir untuk mencari guru agar bisa mengajarinya untuk berpidato. Namun hal tersebut ditolak oleh ibunya, Megawati Sukarnoputri.

“Ibu saya bilang, kamu itu cucu Sukarno, masa sih pidato pake guru?,” kata Puan menirukan ucapan sang ibu.

Lantas Puan melanjutkan ceritanya, sang ibu terus meminta dirinya untuk tetap belajar dan membiasakan diri ketika berpidato didepan publik. Namun Megawati sebagai seorang ibu juga memahami keterbatasan sang putrinya.

Keinginan puan untuk melancarkan pidato dengan menggunakan guru tetap diperbolehkan oleh sang ibu.(red)

Sumber :(suara)

Klik tombol tindakan dibawah sesuai pilihanmu untuk membagikan informasi ini!