Orang Tua Wajib Tau, Begini Cara Cegah Hepatitis Misterius Pada Anak

Indonesia menjadi salah satu negara yang sudah terdampak penyakit hepatitis misterius akut. Parahnya, penyakit ini lebih rentan menyerang pada kelompok anak-anak. Oleh karena itu, orang tua perlu tahu cara mencegah penularan hepatitis akut pada anak.

Kabar mengenai munculnya hepatitis akut membuat masyarakat waswas, khususnya kelompok orang tua. Betapa tidak, mayoritas kasus penyakit yang menyerang organ hati itu terjadi pada kelompok anak.

Penyakit ini pertama kali ditemukan di sejumlah negara di Eropa. Di Indonesia, hingga saat ini Kementerian Kesehatan telah mendeteksi 15 kasus hepatitis akut.

Meski belum diketahui pasti, namun para ahli menduga Adenovirus menjadi biang kerok dari munculnya penyakit misterius ini.

Dokter spesialis anak konsultan gastrohepatologi RSCM, Profesor Hanifah Oswari mengatakan bahwa virus tersebut utamanya menular melalui saluran pencernaan dan pernapasan.

Untuk mencegah risiko infeksi, orang tua disarankan untuk melakukan tindakan pencegahan. Salah satu penularan hepatitis akut pada anak terjadi melalui saluran pencernaan. Untuk itu, Hanifah menyarankan orang tua untuk menjaga kebersihan diri dan lingkungan.

Jagalah kebersihan, mencuci tangan dengan sabun, memastikan makanan atau minuman yang dikonsumsi matang, tidak menggunakan alat makan bersama, dan menghindari kontak anak dari orang yang sakit,” ujar Hanifah seperti dikutip dari laman Sehat Negeriku Kemenkes, Selasa (10/5).

Selain itu, hepatitis akut juga menular melalui saluran pernapasan. Untuk itu, orang tua disarankan agar tetap menerapkan protokol kesehatan ala Covid-19 pada anak.

Orang tua juga perlu mewaspadai sejumlah gejala yang muncul. Hanifah menjelaskan beberapa gejala awal yang muncul di antaranya mual, muntah, sakit perut, diare, dan terkadang disertai demam ringan.

Seiring waktu berjalan, gejala akan semakin berat dengan air urine yang berwarna pekat seperti teh atau tinja yang berwarna putih pucat.

Jika mengalami gejala tersebut bawa anak-anak ke fasyankes terdekat untuk mendapatkan pertolongan dari tenaga kesehatan,” ujar Hanifah mengingatkan.

Hanifah juga mengingatkan orang tua untuk tidak menunggu hingga gejala berat mulai bermunculan pada anak. Telat membawa anak ke fasyankes bisa berujung fatal.

Kalau sudah sampai terjadi penurunan kesadaran, maka kesempatan untuk menyelamatkan sangat kecil,” ujar Hanifah.

Untuk itu, selain melakukan cara-cara mencegah penularan hepatitis akut pada anak, orang tua juga perlu mewaspadai apa pun yang dirasakan dan dialami anak demi mendapatkan penanganan yang tepat.

Lawjustice

Advertisements
WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com