More results...

Generic selectors
Cari yang sama persis
Cari berdasarkan judul
Cari berdasarkan konten
Post Type Selectors
Filter by Categories
Bangka Belitung
Berita Indragiri Hilir
Berita Kriminal
Berita Kuansing
Catatan Muslim
Daerah
Edukasi
Hiburan
Internasional
Investigasi
Jakarta
Kabupaten Gunung Kidul
Kabupaten Indragiri Hilir
Kabupaten Indragiri Hulu
Kabupaten Kampar
Kabupaten Karimun
Kabupaten Kepahiang
Kabupaten Kuantan Singingi
Kabupaten Lahat
Kabupaten Lahat Online
Kabupaten Pelalawan
Kabupaten Rokan hilir
Kabupaten Siak
Kesehatan
Kota Batam
Kota Dumai
Kota Manado
Lampung Barat
Maluku
Maluku Utara
Narasi dan Opini
Nusa Tenggara Barat (NTB)
Nusa Tenggara Timur (NTT)
Papua
Provinsi Aceh
Provinsi BALI
Provinsi Banten
Provinsi Bengkulu
Provinsi DIY
Provinsi Jambi
Provinsi Jawa Barat
Provinsi Jawa Tengah
Provinsi Jawa Timur
Provinsi Kalimantan Selatan
Provinsi Kalimantan Tengah
Provinsi Kepri
Provinsi Lampung
Provinsi Riau
Provinsi Sulawesi Barat
Provinsi Sulawesi Selatan
Provinsi Sulawesi Tengah
Provinsi Sulawesi Tenggara
Provinsi Sulawesi Utara
Provinsi Sumatera barat
Provinsi Sumatera Selatan
Provinsi Sumatra Utara
Sejarah
Video
Yogyakarta
INVESTIGASI 86 di Google News

Dana Hadiah Pemenang Pacu Jalur 2022 Belum Dibagikan, Apakah Dananya Masih Ada?

Foto : ilustrasi pacu jalur (sumber: kuansingkita.com)

Kuansing • Dana Hadiah Pemenang Pacu Jalur 2022 Belum Dibagikan, Apakah Dananya Masih Ada? Banyak pihak mempertanyakan kebenaran dana cadangan sebesar Rp 130 milyar yang disampaikan Plt Bupati Suhardiman Amby di depan pengurus Koni Riau saat berkunjung ke Kuansing beberapa bulan lalu.

Dana itu dipertanyakan lantaran dana untuk hadiah pemenang pacu jalur Nerosa tahun 2022 belum juga ditransfer kepada pemenang. Kuat dugan dana untuk hadiah itu sudah lesap untuk kegiatan lain.

Apalagi alasan pemerintah atas keterlambatan ini selalu berubah-ubah, sehingga jawaban yang berubah-ubah itu memicu dugaan bahwa dana itu digunakan untuk kegiataan lain.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kuansing, Azhar Ali kepada KuansingKita, Selasa (6/9/2022) tadi mengatakan keterlambatan penyerahan hadiah disebabkan lebih separoh dari pemenang belum menandatangani berita acara. Sehingga dana belum bisa ditransfer

Saat ditanya kenapa tidak dalam sesi penyerahan hadiah disuruh tanda tangan. Menjawab ini Azhar mengatakan pihak yang menandatangani berita acara harus punya NPWP dan nomor rekening.

Jawaban ini berbeda ketika Azhar Ali dikonfirmasi RiauBisa. Seperti dilansir RiauBisa, keterlambatan itu disebabkan dua pemenang dari Inhu belum menyerahkan nomor rekening. Kalau sudah dikirimkan nomor rekening langsung diproses

Karena itu, kuat dugaan dana untuk hadiah ini digunakan untuk kegitan lain. Apalagi hajatan tahun 2022 ini mengundang Menteri yang dananya tidak ada dialokasikan dalam APBD Kuansing

Dugaan ini muncul lantaran hadiah untuk pemenang pacu jalur Nerosa tahun 2022 sebesar Rp 673 juta sudah dialokasikan dalam APBD. Dana ini bersumber dari APBD Kuansing sebesar Rp 493 juta dan APBD Riau Rp 180 juta

Namun sampai hari ini, dana hadiah itu belum juga ditransfer kepada pemenang. Sementara alasan yang dikemukakan berbeda- beda dan sulit diterima logika. Di sini jawabannya lain, di sana jawabannya lain lagi.

Padahal kalau hanya alasan tanda tangan dan nomor rekening, dinas terkait tentu bisa jemput bola sehingga penyerahan hadiah berupa uang tunai untuk pemenang tidak terkendala seperti saat ini.

Kalau dana hadiah itu terpakai banyak pihak menyarankan gunakan saja dana cadangan Rp 130 milyar yang pernah disampaikan Plt Bupati Suhardiman Amby. Pertanyaannya apakah benar dana cadangan itu ada.

Foto : ilustrasi pacu jalur teluk kuantan (sumber: kuansingkita.com)

Mencermati kondisi ini tampaknya ke depan Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi perlu memikirkan hadiah untuk para pemenang pacu jalur dari wilayah Kuansing.

Misalnya berupa kegiatan pembangunan seperti pembangunan atau peningkatan jalan atau fasilitas umum lainnya untuk setiap desa pemenang. Kegiatan ini bisa dialokasikan dalam APBD Murni tahun anggaran berikutnya

Kendati begitu, kebijakan ini tentu perlu dipertegas dengan peraturan daerah sehingga tidak menjadi masalah dalam pembahasan APBD. Maklum saja di negeri Kuansing kini semua digiring ke dalam pertelagahan politik.

(Sumber : kuansingkita)

Klik tombol tindakan dibawah sesuai pilihanmu untuk membagikan informasi ini!