TTS,INVESTIGASI – Polemik relokasi korban longsor di Desa Kuatae, Kecamatan Kota Soe, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) kembali mencuat. Hingga kini, warga belum mendapat kepastian soal lokasi relokasi, sementara sebagian besar sudah kembali ke rumah mereka meski dalam kondisi rusak berat.
Plt. Asisten Pengembangan Ekonomi Setda TTS, Apris A. Manafe, SE., M.Si., menjelaskan bahwa pemerintah sebenarnya sudah berupaya mencari solusi terbaik. Namun, proses izin lahan yang semula ditawarkan di Sonapolen kini terbentur aturan baru.
“Pemerintah sudah berupaya, bahkan lokasi di Sonapolen sudah mulai dibersihkan. Tapi belakangan muncul informasi bahwa lokasi itu tidak bisa dipakai. Izin penggunaan lahan ternyata bukan lagi ke Gubernur, melainkan harus langsung ke kementerian, dan prosesnya cukup panjang,” ungkap Apris, Jumat (29/8/2025).
Apris mengakui pihaknya belum menerima kepastian resmi dari kementerian. Ia bahkan menyebut sempat ada tawaran tanah dari warga seluas dua hektar, namun lokasi tersebut masih rawan bencana.
“Terus terang kami juga malu, karena ada masyarakat yang masih tinggal di GOR Nekmese. Tapi soal tanah ini sangat krusial, kami tidak bisa ambil keputusan gegabah,” tambahnya.
Pihak Pemkab juga sudah meminta kajian dari METEOROLOGI Ende terkait kelayakan lokasi, namun hingga kini hasil kajian belum diterima.
Sementara itu, salah satu warga terdampak, Imanuel Faot, mengungkapkan keresahan masyarakat. Menurutnya, warga semakin bingung lantaran sejak Maret lalu pemerintah menawarkan dua lokasi relokasi, yakni Civic Center dan Sonapolen, namun keduanya kini tidak jelas nasibnya.
“Sebagian besar warga sudah kembali ke rumah masing-masing meski rusak parah. Kami jenuh menunggu kepastian pemerintah. Masih ada sekitar 22 KK yang tetap bertahan di GOR karena rumah mereka hancur total,” tegas Imanuel.
Aspirasi warga itu disampaikan langsung di hadapan Dirut Yayasan Yusinta Ningsih Sejahtera, Plt. Asisten Apris A. Manafe, Babinsa Koramil 1621-01/Kota Soe, Camat Kota Soe Grace A. Fallo, serta tokoh masyarakat dan pemuda yang hadir dalam pertemuan tersebut.
Kini masyarakat menuntut kepastian segera dari Pemkab TTS agar relokasi tidak terus menjadi janji tanpa kejelasan.