Tajam Mengabarkan Fakta

Masyarakat Desa Bakan Pertanyakan Dampak Lingkungan PT. JRBM

Bolmong,Sulawesi Utara • Pertambangan logam mulia (emas) yang terletak di desa Bakan Kabupaten Bolaang Mongondow Sulawesi Utara menjadi pertanyaan masyarakat bahkan mengenai analisis dampak lingkunganya (Amdal). Sabtu 02/07/2022.

Dalam Undang-undang yang mengatur tentang tata kelolah dan kegiatan usaha pertambangan kan sudah jelas, yakni melarang melakukan kegiatan pertambangan di sekitar penukiman warga. Batas minimal 500 meter dari pemukiman warga.

Kalau ada kurang dari itu maka sepatutnya pemerintah daerah maupun provinsi untuk bisa meninjau dan bisa melihat langsung aktivitas yang di lakukan perusahaan tersebut dan perlu di pertanyakan analisis dampak lingkungan nya “ Ujar salah seorang warga yang tidak ingin di sebutkan namanya.

Lanjut, “Saya sebagai warga Bakan sangat prihatin dengan desa kami sekarang yang seharusnya bisa belajar dari pengalaman yang pernah terjadi di tahun kemarin, dimana desa kami pernah mengalami banjir lumpur yang sangat parah akibat aktifitas pertambangan PT JRBM ini” terang warga desa tersebut.

Dan untuk itu kami sebagai masyarakat setempat berharap bahwa hal tersebut jangan sampai terjadi lagi dan lebih parah lagi” ujar warga desa tersebut kepada awak media, Sabtu 02/06/2022.

Dalam keterangan salah seorang warga desa Bakan juga ada yang menyebutkan bahwa ada sebagian warga sekitar yang terindikasi telah di pengaruh oleh pihak perusahaan agar pro pada perusahaan tersebut.

Seharusnya sebagai masyarakat lebih kompak dan proaktif lagi sehingga bisa menjadi perhatian pemerintah daerah dan dinas terkait. “Ucap warga tersebut dengan nada kesal.

Sementara itu hasil investigasi media ini ke masyarakat yang lain mengatakan kami sebagai masyarakat hanya bisa memberi informasi ke media, karna kami pernah memberi informasi ke pemerintah desa maupun daerah tidak pernah di respon atau di tanggapi, “kami curiga jangan-jangan pemdes dan pemda sudah main mata dengan PT JRBM yang membuat tambang emas ini” ujar warga desa Bakan tersebut.

Kami sebagai masyarakat biasa hanya bisa berharap kepada pemerintah daerah atau dinas terkait agar bisa lebih bijak dan jujur dalam menangani permasalahan di desa kami ini karena sejak perusahaan melakukan aktivitas tidak pernah ada sosialisasi ke desa-desa lingkar tambang, Terutama sosialisasi ke warga desa bakan yang sangat berdampak lingkungannya dengan aktifitas perusahaan tambang emas tersebut.

Sifat pandang enteng dan kelalaian pihak PT. JRBM dalam hal sosialisasi menyangkut legalitas aktifitas perusahaan yang akhirnya bisa dapat menimbulkan keresahan antara warga dan pemerintah setempat yang membuat kami jadi bingung sampai saat ini, tak ada kejelasan solusi.

Kami sebagai masyarakat hanya bisa menunggu sejauh mana langkah-langkah pihak perusahaan dan pemerintah daerah terkait permasalahan lingkungan yang menimpa kami ini. “Tutup warga desa bakan itu.(Hery mokodongan)

Menu