More results...

Generic selectors
Cari yang sama persis
Cari berdasarkan judul
Cari berdasarkan konten
Post Type Selectors
Filter by Categories
Berita Kriminal
Catatan Muslim
Daerah
Edukasi
Iklan
Internasional
Investigasi
Jakarta
Kabupaten Indragiri Hilir
Kabupaten Indragiri Hulu
Kabupaten Kepahiang
Kabupaten Kuantan Singingi
Kabupaten Rejang Lebong
Kabupaten Rokan hilir
Kabupaten Rokan Hulu
Kabupaten Siak
Kesehatan
Narasi dan Opini
Papua
Pekanbaru
Provinsi Bengkulu
Provinsi DIY
Provinsi Jawa Barat
Provinsi Jawa Tengah
Provinsi Jawa Timur
Provinsi Kalimantan Tengah
Provinsi Kepri
Provinsi Lampung
Provinsi Maluku
Provinsi Nusa Tenggara Timur
Provinsi Riau
Provinsi Sulawesi Selatan
Provinsi Sulawesi Tenggara
Provinsi Sulawesi Utara
Provinsi Sumatera barat
Provinsi Sumatera Selatan
Provinsi Sumatra Utara

Kapolresta Barelang Ungkap Kasus Persetubuhan Terhadap Anak Dibawah Umur, Pelaku WNA Singapura

Batam _ Kepri
Kapolresta Barelang Kombes Pol H. Ompusunggu, SIK, MSi menggelar konferensi pers ungkap pelaku persetubuhan terhadap anak di bawah umur yang di dampingi oleh Kasat Reskrim Polresta Barelang AKP Giadi Nugraha, S.I.K, Kasihumas Iptu Budi Santosa, SH dan Kanit Reskrim Polsek Sekupang bertempat di Lobby Mapolresta Barelang. Jumat (20/09/2024)

Hari ini akan kita release Kejadian persetubuhan terhadap anak di bawah umur yang terdiri dari 2 laporan polisi.

Laporan polisi yang pertama terjadi di Perum. Mutiara View kecamatan Sekupang Kota Batam, pelaku yang diamankan berinisial AS (50 tahun) WNA asal Singapura yang mana pelaku merupakan ayah tiri dari korban.

Kronologis kejadian berawal Pada hari Sabtu tanggal 07 September 2024 sekira pukul 04.00 wib pada saat pelapor (teman ibu korban) sedang berada dirumahnya, kemudian ibu korban meminta pelapor untuk membantunya kabur dari rumahnya yang beralamat di Perum. Mutiara View kecamatan Sekupang Kota Batam.

Kemudian pelapor bertanya “Kenapa Kok Mau Kabur?” dan ibu korban menjelaskan bahwa ia selalu mendapat perlakuan kasar dari suaminya (pelaku AS) dan sering mendapat ancaman akan dibunuh kalau bercerita ke orang lain tentang apa yang dialaminya, tetapi ibu korban tidak terima terhadap perlakuan pelaku AS dikarenakan anak kandungnya inisial AF (16 tahun) mengatakan kepadanya bahwa ia selama ini telah disetubuhi oleh pelaku AS (bapak tirinya).

Kapolresta Barelang Kombes Pol H. Ompusunggu, SIK, MSi mengatakan awalnya yaitu pada Bulan Juni 2022 (setelah lebaran tahun 2022) korban pertama sekali tinggal bersama dengan pelaku dan ibu korban, sebelumnya korban tinggal bersama dengan nenek korban di Karawang.

Kemudian setelah tinggal bersama dengan pelaku dan ibu korban di batam, awalnya korban bersama dengan pelaku dan ibu korban masih tidur satu kamar dan satu ranjang, namun pada pada bulan Juli 2022 dimana pada saat itu ibu korban tidak tidur bersama dengan korban dan pelaku didalam satu kamar, ibu korban tidur dikamar yang satu lagi yang ada dirumah tersebut, sehingga korban didalam kamar tersebut hanya bersama dengan pelaku.

Saat itu pada sore hari pelaku memberikan minum kepada korban berupa air putih yang dicampur dengan bunga melati dimana pada saat itu juga pelaku memberikan minuman itu kepada ibu korban, kemudian pada malam harinya pada saat tidur, pelaku tidur disamping korban dan kemudian melakukan persetubuhan dan atau pencabulan terhadap korban.

Kapolresta Barelang Kombes Pol H. Ompusunggu, SIK, MSi mengatakan kasus ini terungkap karna ibu kandung korban sudah tidak tahan atas perlakukan pelaku sehingga ibu korban melapor ke temannya dan temannya membantu sehingga melapor ke kepolisian, si korban takut melapor karna di bawah ancaman pelaku.

Yang mana dari hasil pemeriksaan diketahui bahwa pelaku telah melakukan persetubuhan terhadap korban sudah 120 kali, pelaku menyetubuhi korban setiap minggu dengan berulangkali pada saat pelaku kembali ke batam.

Atas perbuatannya pelaku di jerat dengan Pasal 81 Ayat (1), ayat (2) dan ayat (3) Undang – Undang R.I Nomor 17 tahun 2016 Tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pangganti Undang – Undang Nomor 1 Tahun 2016 Tentang Perubahan Kedua Atas Undang – Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak Menjadi Undang – Undang dan atau Pasal 82 Ayat (1) dan ayat (2) Undang – Undang R.I Nomor 17 tahun 2016 Tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pangganti Undang – Undang Nomor 1 Tahun 2016 Tentang Perubahan Kedua Atas Undang – Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak Menjadi Undang – Undang dengan ancaman kurungan penjara paling singkat 5 Tahun dan Paling lama 15 tahun dan ditambah sepertiganya dikarenakan pelaku merupakan ayah tiri korban.

(Samaria)

 

Klik tombol tindakan dibawah sesuai pilihanmu untuk membagikan informasi ini!