More results...

Generic selectors
Cari yang sama persis
Cari berdasarkan judul
Cari berdasarkan konten
Post Type Selectors
Filter by Categories
Bantul
Batam
Bengkulu Utara
Berita Kriminal
Blitar
Catatan Muslim
Daerah
Edukasi
Garut
Gunung Kidul
Halmahera Selatan
Halmahera Tengah
Hiburan
Iklan
Internasional
Investigasi
Jakarta
Jayapura
Kabupaten Bengkalis
Kabupaten Buru
Kabupaten Indragiri Hilir
Kabupaten Indragiri Hulu
Kabupaten Kampar
Kabupaten Kepahiang
Kabupaten Kuantan Singingi
Kabupaten Pelalawan
Kabupaten Rejang Lebong
Kabupaten Rokan hilir
Kabupaten Rokan Hulu
Kabupaten Siak
Karimun
Kesehatan
Kota Dumai
Kota Magelang
Kota Manado
Kota Semarang
Labuhan Batu
Maluku Tenggara
Merangin
Narasi dan Opini
Papua
Pekanbaru
Provinsi BALI
Provinsi Banten
Provinsi Bengkulu
Provinsi DIY
Provinsi Jambi
Provinsi Jawa Barat
Provinsi Jawa Tengah
Provinsi Jawa Timur
Provinsi Kalimantan Selatan
Provinsi Kalimantan Tengah
Provinsi Kepri
Provinsi Lampung
Provinsi Maluku
Provinsi Nusa Tenggara Timur
Provinsi Riau
Provinsi Sulawesi Barat
Provinsi Sulawesi Selatan
Provinsi Sulawesi Tenggara
Provinsi Sulawesi Utara
Provinsi Sumatera barat
Provinsi Sumatera Selatan
Provinsi Sumatra Utara
Provisi Maluku Utara
Sejarah
Sleman
Tanggamus
Ternate
Tidore
Tidore Kepulauan
Timor Tengah Selatan
Trenggalek
Video
Way Kanan
Yogyakarta
Yogyakarta

“Korban Longsor Kuatae Pulang ke Rumah Hancur, Relokasi Pemkab TTS masih gelap gulita”

SOE, INVESTIGASI86.COM – Warga Desa Kuatae, Kecamatan Kota Soe, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), yang terdampak longsor, kembali bersuara lantang menuntut kepastian dari Pemerintah Kabupaten TTS terkait lokasi relokasi yang hingga kini masih kabur.

Sejak awal Maret 2025, pemerintah sempat menyebut dua lokasi pilihan untuk relokasi, yakni Civic center dan Sonapolen. Namun seiring waktu berjalan, janji itu tak pernah terealisasi. Kondisi ini membuat warga resah dan bingung.

“Kami masyarakat Kuatae sebagian besar sudah kembali ke rumah, karena jenuh menunggu kepastian. Dari awal bulan Maret, pemerintah tawarkan dua tempat, tapi ternyata tidak jadi lagi. Sampai sekarang lokasi relokasi tidak jelas,” ungkap Imanuel Faot, perwakilan warga, Jumat (29/8/2025).

Imanuel menuturkan, akibat lambannya keputusan, sebagian warga akhirnya pulang ke rumah masing-masing, meski dalam kondisi parah dan tidak layak dihuni. Mereka rela memperbaiki seadanya agar bisa tidur tenang, walau tidak aman.

“Kami tidak bisa hanya duduk pasrah di tempat pengungsian atau di rumah saudara. Akhirnya kami memilih kembali perbaiki rumah kami yang hancur, karena pemerintah tidak memberikan kepastian,” tegasnya.

Sementara itu, masih terdapat sekitar 22 kepala keluarga (KK) yang bertahan di gedung olahraga (GOR), karena rumah mereka rusak berat dan belum memungkinkan untuk ditempati.

Dalam kesempatan itu, warga menyampaikan langsung aspirasi kepada Apris, utusan Bupati TTS, yang hadir mendengar keluhan.

“Kami sangat bersyukur Bapak Apris hadir, tapi kami juga berharap beliau bisa sampaikan aspirasi ini kepada Bupati TTS. Kami ingin kepastian, lokasi yang jelas, agar kami bisa segera mendapat hunian tetap yang aman,” kata Imanuel.

Warga Kuatae menegaskan, mereka tidak ingin terus hidup dalam ketidakpastian. Ketidakjelasan pemerintah dinilai hanya memperburuk penderitaan para korban longsor yang sudah cukup lama menanggung beban.

“Yang kami butuhkan sekarang adalah keputusan tegas. Bukan janji yang terus ditunda. Kami ingin tahu lokasi yang benar agar kami bisa tinggal tetap dan aman,” pungkasnya.

 

Klik tombol tindakan dibawah sesuai pilihanmu untuk membagikan informasi ini!